Indonesian
Sunday 24th of March 2019
  21
  0
  0

Mengapa dalam al-Qur’an disebutkan “Fabassyirhum bi’adzâbin alîm” padahal basyârat memiliki makna positif?

Mengapa dalam al-Qur’an disebutkan “Fabassyirhum bi’adzâbin alîm” padahal basyârat memiliki makna positif?
Jawaban Global

Dalam al-Qur’an dan kamus bahasa, redaksi kata “ba-syâ-ra-t” digunakan untuk dua sifat berita, suka dan duka. Berita gembira dan berita gundah. Makna salah satu dari kedua sifat berita ini akan menjadi jelas dengan memperhatikan beberapa indikasi yang ada.

Penggunaan kata basyârat yang digunakan dalam al-Qur’an adalah untuk berita duka. Hal ini merupakan sejenis kiasan atau tahakkum. Artinya bahwa tiada yang dapat diberikan kepada mereka selain azab; karena nasihat dan wejangan tidak lagi membekas dalam hati-hati orang-orang kafir dan para penyembah berhala, Allah Swt berfirman kepada Rasulullah untuk menyampaikan azab pedih dan kesudahan yang menyedihkan bagi mereka.

Jawaban Detil

Dalam al-Qur’an dan kamus bahasa, redaksi kata “ba-syâ-ra-t” digunakan untuk dua sifat berita, suka dan duka.[1] Berita gembira dan berita gundah. Makna salah satu dari kedua sifat berita ini akan menjadi jelas dengan memperhatikan beberapa indikasi yang ada.

Kata basyârat sendiri tidak disebutkan dalam al-Qur’an namun derivasinya dinyatakan dalam al-Qur’an seperti, busyra, “Wamâ ja’alahulLlâh illa busyrâ lakum.[2] Kata busyrâ dalam ayat-ayat ini dan semisalnya bermakna sebagai berita dan kabar gembira.

Adapun kata basysyir dalam al-Qur’an disebutkan dengan dua makna basyârat; berita gembira dan berita gundah. Misalnya pada ayat “Bassyirlladzina âmanû wa ‘amilû al-shâlahihât anna lahum jannâtin tajri min tahtiha al-anhâr[3] Kata bassyir pada ayat ini bermakna berita gembira dan kabar yang menyenangkan.

Kemudian pada ayat, bassyir al-munâfiqina bianna lahumadzâban alîmâ[4] dan “fabassyir biadzâbin alîm[5] Pada ayat-ayat ini, kata bassyir bermakna berita duka yang digunakan adalah sejenis bahasa kiasan atau tahakkum artinya tiada sesuatu yang lain bagi mereka selain azab.[6] karena nasihat dan wejangan tidak lagi membekas dalam hati-hati orang-orang kafir dan para penyembah berhala, Allah Swt berfirman kepada Rasulullah untuk menyampaikan azab pedih dan akhir yang menyedihkan bagi mereka. Penggunaan kata basyârat ini di sini adalah sejenis celaan dan menyalahkan orang-orang kafir.[7] [iQuest]

 


[1]. Sayid Ali Akbar Qarasyi, Qâmus Qur’ân, jil. 1, hal. 194, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, Cetakan Keenam, 1371 S; Fakhruddin Tharihi, Majma’ al-Bahrain, Riset oleh: Sayid Ahmad Husaini, jil. 3, hal. 221, Kitabpurusyi Murtadhawi, Teheran, Cetakan Ketiga, 1375 S.  

[2].  “Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu.” (Qs. Ali Imran [3]:126)

[3].  “Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat baik bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawahnya.” (Qs. Al-Baqarah [2]:25)

[4].  Berikanlah berita gembira kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih.” (Qs. Al-Nisa [4]:138)

[5].  “Maka berilah kabar gembira kepada mereka dengan azab yang pedih.” (Qs. Al-Insyiqaq [84]:24)  

[6]. Qâmus Qur’ân, jil. 1, hal. 194; Majma’ al-Bahrain, jil. 3, hal. 221.  

[7]. Sayid Muhammad Husain Husaini Hamadani, Anwâr Derâkhsyân, Riset oleh Muhammad Baqir Behbudi, jil. 18, hal. 62 & 63, Kitabpurusyi Luthfi, Teheran, Cetakan Pertama, 1404 H; Nasir Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 26, hal. 319, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, Cetakan Pertama, 1374 S.

  21
  0
  0
امتیاز شما به این مطلب ؟

latest article

      20 Pesan Imam Ali as
      Syiah di bawah naungan Imam Ali as
      Apa yang dimaksud dengan menegakkan (iqâmah) salat?
      Apakah proses kesaksian Khuzaimah terkait dengan ayat terakhir surah al-Taubah itu benar adanya?
      Apa yang menjadi sebab tingginya kedudukan Sayidah Maryam as?
      Mengingat bahwa Allah Swt tidak akan dapat dilihat, lantas apa maksud dari “Lamahjubun” yang ...
      Mengapa dalam al-Qur’an disebutkan “Fabassyirhum bi’adzâbin alîm” padahal basyârat ...
      Rajab, Menyambut Bulannya Allah
      Bagaimana al-Quran yang ayat-ayatnya saling menafikan (nafi) dan menyesuaikan (ta’dil) dapat ...
      Apa penafsiran ayat 9 surah al-Jin?

 
user comment