Indonesian
Tuesday 22nd of June 2021
650
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Apakah Nabi Ibrahim memiliki seorang istri yang bernama Qanthura atau Qathura dan kaum Madyan berasal dari generasi Qanthura atau Qathura?

Apakah Nabi Ibrahim memiliki seorang istri yang bernama Qanthura atau Qathura dan kaum Madyan berasal dari generasi Qanthura atau Qathura?

Dewasa ini berkembang sebuah ceritra ihwal Nabi Ibrahim As memiliki istri ketiga bernama Qanthura atau Qathura. Tolong Anda jelaskan apakah cerita ini ada benarnya atau tidak? Dan apakah kaum Madyan itu berasal dari generasi Nabi Ibrahim dan Qanthura atau Qathura?
Jawaban Global
Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda memilih jawaban detil.
Jawaban Detil

Pernikahan antara Nabi Ibrahim As dan Qanthura tidak seperti pernikahan Nabi Ibrahiim dengan Hajar dan Sarah yang merupakan suatu hal yang pasti dalam sejarah. Namun pada sebagian literatur terdapat beberapa hal yang akan kami singgung dalam tiga poin :

1. Sesuai dengan nukilan dari sebagian orang Nabi Ibrahim memiliki delapan putra. Ismail adalah putra Hajar Qibti, Ishaq berasal dari ibunya Sarah dan enam putra lainnya yang merupakan anak-anak dari Qanthura binti Yaqthan Kan'ani yang dinikahi oleh Nabi Ibrahim As pasca wafatnya Sarah. Adapun nama keenam putra Ibrahim dari Qanthura ini adalah sebagai berikut: Madyan, Madain, Zamran, Yaqsyan (Yahsyan), Yasbaq dan Nukh.[1]

2. Penulis kitab Anwâr al-Masyâriq berkata, "Akar keturunan orang-orang berbahasa Turki adalah berasal dari anak-anak Qanthura. Ia merupakan kaniz (budak) Nabi Ibrahim As dan melahirkan anak-anak yang di antaranya adalah orang-orang Turki sebagai keturunannya.[2]

3. Allamah Majlisi berkata, "Disebutkan bahwa Qanthura adalah budak Nabi Ibrahim al-Khalil yang melahirkan anak-anak. Di antara anak-anak tersebut adalah orang-orang Turki dan Cina sebagai keturunannya."[3]

 

Patut untuk diketahui bahwa kendati secara lahir terdapat perbedaan antara riwayat pertama dan ketiga namun dengan sedikit meneliti persoalan ini maka akan menjadi jelas bahwa tidak terdapat perbedaan di antara dua riwayat tersebut. Karena boleh jadi Qanthura tadinya adalah budak Nabi Ibrahim As kemudian dinikahi olehnya.


[1]. Ismail Haqqi Burusuwi, Tafsir Ruh al-Bayân, jil. 1, hal. 238, Dar al-Fikr, Beirut.

[2]. Ibid, jil. 5, hal. 297.

[3]. Allamah Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 18, hal. 114, Muasssah al-Wafa, Beirut, 1404 H.

 


source : www.islamquest.net
650
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Doa Nadi Ali dan kegunaannya
Imam Musa Al-Kazhim a.s
Bagaimana kita dapat menetapkan bahwa al-Qur'an itu adalah wahyu yang diturunkan dari sisi Allah ...
Agama dan Akhlak
Nikah Mut’ah Antara Hukum Islam dan Fitnah Wahhabi
Akhlak dan Ilmu Akhlak
Mengapa dalam al-Quran iman kepada malaikat disebutkan terlebih dahulu dari pada iman kepada rasul? ...
Apakah ada dalam al-Quran sebuah ayat yang berbicara tentang estetika dan keindahan?
Mengapa hari kiamat setiap orang masing-masing sibuk dengan dirinya sendiri-sendiri dan kabur dari ...
Mengapa dalam al-Qur’an disebutkan “Fabassyirhum bi’adzâbin alîm” padahal basyârat ...

 
user comment