Indonesian
Thursday 5th of August 2021
331
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Hukum Istimna

Hukum Istimna

 

Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang disebut sebagai istimnâ (onani) dalam teks-teks agama, hukumnya adalah haram. Istimna yaitu seseorang melakukan sebuah perbuatan sehingga keluar mani (sperma) darinya. Perbuatan ini boleh jadi dilakukan dengan cara menyentuh badannya sendiri, memandang gambar-gambar yang mendatangkan syahwat (foto, film dan sebagainya) atau membaca buku-buku yang membangkitkan syahwat (kisah, roman dan sebagianya), atau mendengarkan hal-hal yang mengundang syahwat (kaset, telepon dan sebagainya) atau berpikir dan berkhayal tentang hal-hal sensual yang dilakukan dengan maksud ingin mengeluarkan mani yang kesemua ini merupakan perbuatan haram dan tergolong sebagai dosa besar.

Jalan terbaik untuk dapat keluar dari praktik onani (istimna) adalah menikah secara syar'I, baik menikah secara da’im ataupun mut’ah. Dan hal itu dapat dilakukan dengan ketentuan-ketentuannya sendiri sebagaimana yang dijelaskan di dalam risalah-risalah dan kitab-kitab fikih. Apabila dengan menikah juga tidak mampu mengeluarkan pelakunya dari perbuatan haram ini, maka dengan bertawakkal kepada Allah Swt Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

1.     Untuk meninggalkan perbuatan ini Anda harus serius mengambil keputusan.

2.     Menghindar diri dari menyaksikan pelbagai jenis foto dan film sensual yang bisa membangkitkan syahwat.

3.     Berhati-hati dalam memilih teman. Anda harus memilih teman yang tidak mengajak Anda kepada perbuatan-perbuatan seperti ini. Demikian juga menjauh dari bergaul dengan teman-teman lawan jenis.

4.     Menghindar dari berkhayal dan berusahalah untuk senantiasa aktif dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berguna (membaca, menelaah buku-buku non-sensual, berolahraga dan sebagainya). Dan ingatlah bahwa menganggur itu, apabila tidak dihindari, merupakan masalah yang dapat mengkondisikan Anda untuk melakukan berbagai perbuatan buruk.

5.     Berusahalah sedapat mungkin untuk tidak menyendiri di suatu tempat.

6.     Berpuasa untuk mengendalikan hawa nafsu dan menguatkan kehendak sangat bermanfaat untuk Anda.

Apabila Anda tidak dapat berpuasa, berusahalah untuk tidak makan banyak atau usahakan kantung perut Anda tidak penuh tatkala Anda tidur.

7.     Hindarilah memakan makanan-makanan yang menstimulasi syahwat seperti pisang, coklat, kurma, ara, cabe, telur, daging merah, makanan yang berlemak dan sebagainya.

8.     Senantiasa menjaga jangan sampai kista Anda kosong.

9.     Membaca buku setiap malam sebelum tidur dan tidak tidur secara telungkup.

 

Memilih hubungan seksual dengan selain istri, baik istri da’im ataupun mut’ah, bagaimanapun bentuknya adalah haram. Kendati perbuatan dosa ini dengan ragam modelnya, memiliki tingkatan dan hukuman yang berbeda-beda,[1] misalnya dosa zina adalah lebih berat dari mencium non-mahram, akan tetapi dosa-dosa yang lebih buruk itu tidak bisa dijadikan pembenar bagi seseorang untuk melakukan dosa yang lebih ringan.[]

 

 

[1]. Pada sebagian bentuk memiliki hukuman (had) syar'i dan sebagian bentuk lainnnya dihukum cambuk.


source : Site Islam Quest
331
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Membongkar Kebohongan Panjimas.com
Dr. Taufiq al Buthi: Konflik Suriah Adalah Rekayasa Zionis
Hukum Merampas (Ghasab)
Ulama Muqawama Lebanon Tegaskan Dukungan terhadap Palestina
Warga Kadouna Demonstrasi 24 Jam Tuntut Pembebasan Syaikh Zakzaky
Larangan Berjualan Alkohol di Minimarket Mulai Diberlakukan
Ilmu Agama
Ribuan Warga Amman Unjuk Rasa Menuntut Kantor Kedubes Israel Ditutup
Keadilan yang Tertukar
Tidak Malu, Arrahmah.com Ketahuan Bohong Lagi

 
user comment