Indonesian
Monday 12th of April 2021
505
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Mengingat bahwa Allah Swt tidak akan dapat dilihat, lantas apa maksud dari “Lamahjubun” yang disebutkan dalam surah al-Muthaffifin?

Mengingat bahwa Allah Swt tidak akan dapat dilihat, lantas apa maksud dari “Kalla innahum ‘an Rabbihim Lamahjubun” yang disebutkan pada ayat 15 surah al-Muthaffifin?

Jawaban Global

Penggunaan kata “hij â b ” tidak serta merta bermakna hijab material; karena dengan memperhatikan dalil-dalil rasional (aqli) dan referensial (naqli) kita tidak akan pernah dapat menyebut Allah Swt sebagai materi. [1]

Karena itu, penggunaan redaksi kata “hij â b ” pada ayat yang dimaksud tidak dapat dimaknai sebagai materi. Sebagaimana pada ayat-ayat lainnya juga menggunakan redaksi kata “hijab” yang bukan bermakna material. Misalnya, “Wa idzâ qara’ta al-Qur’ân ja’alnâ bainaka wa bainalladzina lâ yu’minûna bil akhirati hijâban mastûrâ.”  Artinya bahwa apabila kamu membaca Al-Qur’an, niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu tirai yang tertutup . (Qs. Al-Isra [17]:45)

Sehubungan dengan ayat yang menjadi obyek pertanyaan, para ahli tafsir (mufassir) menafsirkan redaksi kata “mahjub” sebagai “mahrum [2] (terhalang) dengan penjelasan bahwa mereka terhalang dari rahmat, kemuliaan, kebaikan dan kedekatan kepada Allah Swt. Karena itu, hal-hal material tidak dapat digunakan pada ayat ini. Pada akhirnya terjemahan ayat Kalla innahum ‘an Rabbihim Lamahjubun” adalah Sekali-kali tidak seperti yang mereka sangka. Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari Tuhan mereka . ” [3] [iQuest]

Pertanyaan ini Tidak Memiliki Jawaban Detil

Untuk telaah lebih jauh silahkan lihat, Pertanyaan No. 1286 (Site: 1330) ; 14076 (Site: 13845)

 

[1] . Untuk telaah lebih jauh silahkan lihat Pertanyaan 6838 (Site: 6928).  

[2] . Fadhal bin Hasan Thabarsi, Majma’ al-Bayân fi Tafsir al-Qur’ân, jil. 10, hal. 689, Nasir Khusruw, Teheran, 1372 S.   Sayid Muhammad Husain Husaini Hamadani, Anwâr-e Derâkhsyân, jil. 18, hal. 44, Nasyr Kitabpurusyi Luthfi, Teheran, Cetakan Pertama, 1404 H. Nasir Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 26, hal. 263, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, Cetakan Pertama, 1374 S.

[3] . Qs. Al-Muthaffifin (83):15. Terjemahan Persia Ilahi Qumsyei.  

Jawaban Detil

Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban detil.

505
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Persatuan Umat Islam dalam Pandangan Imam Khomeini
Biografi Sayidah Fatimah Maksumah sa
Ayatullah Behjat Berbicara Tentang masa Depan
Keutamaan Imam Ali Sayyid Pemimpin Di Dunia dan Akhirat
Masa Muda, Masa Keemasan Manusia
Imam Muhammad Al-Jawad a.s
Apakah Imam Mahdi punya anak sehingga disebut aba shaleh
Akhlak dan Ilmu Akhlak
Mengenal Sifat Kibr (sombong)
Apakah proses kesaksian Khuzaimah terkait dengan ayat terakhir surah al-Taubah itu benar adanya?

latest article

Persatuan Umat Islam dalam Pandangan Imam Khomeini
Biografi Sayidah Fatimah Maksumah sa
Ayatullah Behjat Berbicara Tentang masa Depan
Keutamaan Imam Ali Sayyid Pemimpin Di Dunia dan Akhirat
Masa Muda, Masa Keemasan Manusia
Imam Muhammad Al-Jawad a.s
Apakah Imam Mahdi punya anak sehingga disebut aba shaleh
Akhlak dan Ilmu Akhlak
Mengenal Sifat Kibr (sombong)
Apakah proses kesaksian Khuzaimah terkait dengan ayat terakhir surah al-Taubah itu benar adanya?

 
user comment