Indonesian
Monday 21st of June 2021
99
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Apakah Manusia Membutuhkan Hukum Baru?

Apakah Manusia Membutuhkan Hukum Baru?

Zaman terus berganti dan keadaan pun terus berubah. Manusia membutuhkan hukum-hukum baru sebagai tambahan dari hukum-hukum umum yang telah pasti. Karena kebutuhan mereka berbeda dengan kebutuhan generasi-generasi sebelumnya. Seperti seorang dokter yang menentukan obat yang berbeda pada kondisi pasien yang berbeda. Dan ia pun dapat mengganti obat dengan obat baru yang dirasa lebih cocok di masa ini.


Begitu juga para ahli fikih, yang menentukan hukum dalam masalah-masalah baru untuk kaum muslimin sebagai lanjutan dari hukum-hukum umum yang telah pasti.
Walaupun dengan turunnya Al-Qur’an dan Nabi terakhir telah sempurna semua syariat Allah, namun tugas ahli fikih adalah menyimpulkan hukum dalam masalah-masalah baru dari sumber Al-Qur’an dan Hadist.
Allah swt Berfirman,
لِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكاً هُمْ نَاسِكُوهُ فَلَا يُنَازِعُنَّكَ فِي الْأَمْرِ وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ إِنَّكَ لَعَلَى هُدًى مُّسْتَقِيمٍ
“Bagi setiap umat telah Kami Tetapkan syariat tertentu yang (harus) mereka amalkan, maka tidak sepantasnya mereka berbantahan dengan engkau dalam urusan (syariat) ini, dan serulah (mereka) kepada Tuhan-mu. Sungguh, engkau (Muhammad) berada di jalan yang lurus.” (QS.al-Hajj:67)
 
Pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat ini adalah :
1. Allah tidak akan Meninggalkan suatu kaum tanpa memberi konsep dan petunjuk yang jelas. “Bagi setiap umat telah Kami Tetapkan syariat tertentu….”
2. Agama harus bersumber dari satu sumber yaitu Allah swt. “telah Kami Tetapkan syariat tertentu…”
3. Setiap manusia wajib berjalan diatas jalan yang diridhoi Allah swt. “yang (harus) mereka amalkan…”
3. Tugas seorang da’i adalah membimbing umat untuk kembali ke jalan Allah dan tetap istiqomah diatas jalan ini. “dan serulah (mereka) kepada Tuhan-mu…”
4. Jalan yang benar hanyalah jalan para nabi. “Sungguh, engkau (Muhammad) berada di jalan yang lurus..”
5. Menguatkan kepemimpinan kebenaran itu adalah hal yang sangat penting untuk menghadapi upaya dan serangan musuh. Serta sebagai tekad kita bahwa kita sedang berada di jalan kebenaran. “maka tidak sepantasnya mereka berbantahan dengan engkau dalam urusan (syariat) ini… Sungguh, engkau (Muhammad) berada di jalan yang lurus.”
Semoga kita termasuk orang-orang yang istiqomah berada di jalan kebenaran.

99
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Urgensi Pendidikan Akhlak
Dunia Lisan: Melontarkan Pertanyaan Mengganggu
Keluarga, Surgaku
Peran Kasih Sayang dalam Pendidikan
Melacak Jejak Imam Ali Melalui Bendera Macan Ali
Menjadi Wanita itu Harus Cerdas
Peranan Keluarga Dalam Islam
Apakah dua peristiwa bi’tsat dan mikraj Rasulullah Saw terjadi pada satu waktu (27 Rajab)?
Hak Anak Kecil
Dunia Lisan: Menceritakan Rahasia Pribadi

 
user comment