Indonesian
Tuesday 11th of May 2021
1138
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Hidupmu Bergantung dengan Apa yang Kau Makan !

Islam adalah agama yang sempurna. Agama ini membimbing manusia sampai hal-hal terkecil seperti apa yang kita makan. Allah swt Berfirman, فَلْيَنْظُرِ الإنْسَانُ إِلَى طَعَامِهِ “Maka hendaklah manusia i
Hidupmu Bergantung dengan Apa yang Kau Makan !

Islam adalah agama yang sempurna. Agama ini membimbing manusia sampai hal-hal terkecil seperti apa yang kita makan. Allah swt Berfirman,

فَلْيَنْظُرِ الإنْسَانُ إِلَى طَعَامِهِ

“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.” (QS.Abasa:24)

Ayat yang singkat namun memiliki banyak pelajaran. Islam sangat memperhatikan apa yang kita konsumsi, karenanya dalam banyak ayat Allah Berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah di antara rezki yang baik yang Kami berikan kepadamu.” (QS.al-Baqarah:172)

Dan hikmah yang dapat kita ambil dari ayat ini adalah :

1. Hendaknya kita melihat apa yang kita makan. Bukan hanya melihat dengan mata, tapi renungkan makanan yang kita dapatkan. Karena ayat-ayat selanjutnya menceritakan proses hujan dan tumbuhnya tumbuhan serta buah-buahan.

Maka renungkan semua proses ini agar kita sadar bahwa semua kenikmatan ini adalah anugerah dari Allah swt. Sehingga kita selalu sadar dan bersyukur kepada Sang Pemberi nikmat.

 

2. Ayat ini menjelaskan bahwa jangan sembarang memasukkan sesuatu ke perut kita. Perhatikan darimana ia berasal. Apakah dari hasil yang halal ataupun haram. Karena makanan sangat mempengaruhi hati kita untuk condong kepada kebaikan atau keburukan.

Makanan yang haram akan menumbuhkan kecintaan kita kepada hal-hal yang buruk dan senang berbuat keburukan. Sementara makanan yang halal akan menumbuhkan kecintaan kepada hal-hal yang baik dan senang melakukan kebaikan.

Rasulullah saw bersabda,

“Setiap daging yang tumbuh dari hal yang haram, maka tidak ada tempat yang layak baginya kecuali neraka.”

 

3. Makanan disini bukan hanya makanan duniawi, tapi bisa juga bermakna makanan maknawi. Bahkan sebagian ahli tafsir menyebutkan bahwa makna lain dari “makanan” dalam ayat ini adalah ilmu.

Hendaklah kita memperhatikan dan menyaring ilmu apa yang kita serap dan darimana kita memperolehnya. Karena ilmu yang kita serap sangat mempengaruhi sikap dan langkah yang kita ambil dalam kehidupan kita.

Maka perhatikan makanan materi dan makanan maknawi yang kita makan, karena kehidupan kita sangat bergantung dengan apa yang kita konsumsi.

Semoga bermanfaat….


source : alhassanain
1138
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Mengingat bahwa Allah Swt tidak akan dapat dilihat, lantas apa maksud dari “Lamahjubun” yang ...
Multi Level Marketing, Bisnis Haram yang Menggemukkan Kapitalisme
Apakah Nabi Ibrahim memiliki seorang istri yang bernama Qanthura atau Qathura dan kaum Madyan ...
Tafsir Al-Quran, Surat An-Nahl Ayat 120-124
Mengapa dalam al-Quran iman kepada malaikat disebutkan terlebih dahulu dari pada iman kepada rasul? ...
Mengapa dalam al-Qur’an disebutkan “Fabassyirhum bi’adzâbin alîm” padahal basyârat ...
Kisah Bijak Sufi: Makin Bertambah Makin Hilang
Mulla sadra dan pertanyaan tentang realitas(2)
Dari sudut pandang al-Qur'an, apakah manusia itu merupakan makhluk yang amat zalim (zhalûm) dan ...
Larangan Allah Mendekati Perbuatan Keji

 
user comment