Indonesian
Sunday 1st of August 2021
186
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Phobia Syiah, Rezim Saudi Larang di Masjid Syiah Dikumandangkan Azan

Menurut Kantor Berita ABNA, intimidasi Rezim Arab Saudi terhadap warganya yang bermazhab Syiah terus berlanjut. Selain menangkapi dan menyiksa aktivis-aktivis Syiah yang melakukan aksi damai menuntut persamaan hak dan reformasi, baru-baru ini rezim represif Saudi mengeluarkan
Phobia Syiah, Rezim Saudi Larang di Masjid Syiah Dikumandangkan Azan

Menurut Kantor Berita ABNA, intimidasi Rezim Arab Saudi terhadap warganya yang bermazhab Syiah terus berlanjut. Selain menangkapi dan menyiksa aktivis-aktivis Syiah yang melakukan aksi damai menuntut persamaan hak dan reformasi, baru-baru ini rezim represif Saudi mengeluarkan aturan pelarangan azan untuk masjid-masjid Syiah di provinsi al Ahsa bagian timur dari negara kerajaan tersebut.

Disebutkan aturan pelarangan azan tersebut berlaku sejak rabu (31/3) dan bagi masjid yang melanggarnya akan ditutup dan dilarang pengoperasiannya. Selain itu juga ditetapkan larangan untuk menyampaikan ceramah di masjid-masjid Syiah kecuali khutbah Jum’at, itupun waktu untuk ceramah sangat dibatasi, tidak bisa lewat dari pukul. 12.30.

Intimidasi rezim Saudi tidak hanya dengan mengeluarkan kebijakan anti Syiah namun juga melakukan teror dan ancaman kepada tokoh dan ulama-ulama Syiah termasuk kepada Ayatullah Husain ar Radhi, Imam Jumat provinsi al Ahsa. Berkali-kali mendapat teror dan intimidasi dari pihak pemerintah kota setempat termasuk dari pihak kepolisian.

Kebijakan anti Syiah Arab Saudi dilakukan karena kekhawatiran rezim akan kebangkitan rakyat yang akan melengserkan kekuasaan depostik kerajaan keluarga Su’ud. Tahun 2011 adalah tahun kebangkitan rakyat menggulingkan rezim-rezim yang otoriter yang terjadi hampir bersamaan disejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika Utara. Arab Saudi termasuk diantara negara yang terkena gelombang the Arab Spring dengan merebaknya sejumlah aksi unjuk rasa menentang rezim Arab Saudi dan menuntut terjadinya reformasi di negara kerajaan tersebut.

Aksi damai pengunjuk rasa khususnya yang terjadi di kawasan mayoritas berpenduduk Syiah mendapat jawaban dari rezim berupa penyerbuan, penangkapan, penyiksaan dan hukuman mati. Lembaga pembela hak-hak asasi manusia menyebutkan, Arab Saudi adalah negara dengan pelanggaran HAM terbesar dan terbanyak di dunia.


source : abna24
186
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Kembali Kepada Al Quran dan Ahlul Bait
Menyoroti Perjanjian Lama
Apakah dalam tafsir Kasyf al-Asrâr karya Khaja Abdullah Anshari tertulis pembahasan tentang ...
Putus Asa dan Hilang Harapan Adalah Ciri-Ciri Orang Kafir
Kepada Siapa Kita Berbuat Baik
Kisah Pertobatan Adam dan Hawa, bag 3
Munajat Sya`baniyah
Mengemis Kepada Allah
Berapa banyak surah dalam al-Qur’an yang menggunakan nama-nama para Nabi Ilahi?
Muslimah Malawi Gencar Promosikan Jilbab

 
user comment