Indonesian
Sunday 17th of October 2021
2626
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Saat Mimpi-mimpi Israel Berakhir

Presiden rezim Zionis Israel Roven Rivlin mengatakan, “Mimpi Israel Raya telah berakhir. Israel harus harus melupakan mimpi ini dan mereka harus menyadari bahwa rakyat Palestina sebagai penghuni bumi ini akan tetap menjadi tetangga kita dan kita harus berdamai dengan mereka.”
Saat Mimpi-mimpi Israel Berakhir


Presiden rezim Zionis Israel Roven Rivlin mengatakan, “Mimpi Israel Raya telah berakhir. Israel harus harus melupakan mimpi ini dan mereka harus menyadari bahwa rakyat Palestina sebagai penghuni bumi ini akan tetap menjadi tetangga kita dan kita harus berdamai dengan mereka.”


 
 
 
 
Di pidatonya Rivlin menandaskan, seluruh pemerintah di Israel keliru menyikapi isu Palestina dan kondisi Baitul Maqdis, baik sayap kanan mau pun kiri di pentas politik Israel tidak memahami realita dan mereka mengabaikan realita rumit kehidupan Yahudi dan Palestina di bumi ini.
 
 
 
Menurut Rivlin, sayap kiri Israel memiliki ideologi memisahkan Yahudi dari warga Palestina. Sementara sayap kanan bersikukuh akan ideologi “Ini hanya milik kita”. Keduanya lupa bahwa Yahudi di wilayah ini harus hidup berdampingan dengan warga Palestina baik di dalam Israel atau juga bersama jutaan warga Palestina di bumi pendudukan tahun 1967, karena Palestina tidak akan pergi ke mana pun dan mereka akan tetap berada di wilayah ini.
 
 
 
Pidato kontroversial Rivlin ini disampaikan dalam sebuah konferensi Perdamaian bagi Israel yang digelar di Tel Aviv. Sementara itu, kubu radikal Zionis di jejaring sosial mengancam akan membunuh Rivlin. Presiden Israel ini mengakui Yahudi totaliter harus menerima bahwa ideologi “Seluruh wilayah ini milik Yahudi” tidak akan pernah terealisasi dan hanya akan memperbesar permusuhan antara warga Yahudi dan Palestina.
 
 
 
Rivlin tercatat politikus kawakan dari sayap kanan, Partai Likud dan ketika ia menyeru Yahudi ekstrim untuk melupakan ide Israel Raya, sebelumnya presiden Israel ini tercatat sebagai pelopor ekstrimisme di rezim Zionis.
 
 
 
Setelah 67 tahun pendudukan Palestina, petinggi Israel ini mengingatkan kepercayaan timbal balik antara Palestina dan Israel sebagai sebuah kunci penting yang menjadi jaminan bagi setiap kesepakatan damai yang mungkin dapat diraih antara bangsa Palestina dan Israel. Rivlin sebelumnya saat peringatan ke 20 tewasnya Yitzhak Rabin, mantan perdana menteri Israel oleh Zionis ekstrim, kembali menyebut perdamaian sejati dan realistis sebagai solusi terpenting bagi Israel dan Palestina.
 
 
 
Ide Israel Raya adalah sebuah cita-cita Zionis sebagai cikal bakal Israel, di mana seluruh pemerintah Zionis sejak awal menyatakan komitmennya untuk merealisasikan mimpi tersebut. Ide ini mencakup perluasan perbatasan Israel mulai dari Nil hingga Furat dan sebagai slogan cita-cita di parlemen Israel (Knesset)
 
 
 
David Ben-Gurion, perdana menteri pertama Israel di tahun 1948 seraya mengungkapkan cita-cita ini, menilai perbatasan Israel adalah tempat di mana tentara Israel ditempatkan. Oleh karena itu, di perang Juni 1967, militer Israel terus mendesak ke arah wilayah negara-negara tetangga Palestina menduduki Semananjung Sinai di Mesir dan Dataran Tinggi Golan di Suriah. Tak hanya itu, militer Israel juga terus merangsek hingga ke jantung kota Baitul Maqdis dengan harapan merealisasikan mimpin Israel Raya dari perbatasan tersebut hingga perbatasan di Lebanon selatan.
 
 
 
Kini setelah tujuh dekade, Israel meski terus melanjutkan pendudukannya, membuat warga Palestina kehilangan tempat tingga, melakukan pembantaian massal, serta membunuh anak-anak, merusak warisan sejarah dan simbol sakralitas al-Quds serta Palestina dan memperluas pembangunan distrik Zionis, rezim ilegal ini bukan saja gagal menggapai ambisinya yakni memperkokoh posisinya di Palestina, namun malah menghadapi protes masyarakat internasional dan sanksi internasional dari luar, serta dilanda protes di dalam negeri dan arus balik imigrasi. Realita ini mengancam keruntuhan rezim ilegal Israel.
 
 
 
Generasi baru Israel dengan menjahui cita-cita para pemimpin Israel yang haus perang, menuntut perdamaian di kawasan dan kelompok pro perdamaian di Israel menuntut penghapusan pemerintah apartheid Zionis dan dikembalikannya hak-hak bangsa Palestina. Di kondisi seperti ini, Roven Rivlin yang menjabat kursi presiden Israel selama dua tahun, bukan khawatir atas dirinya, namun ia mengkhawatirkan masa depan Israel. (IRIB Indonesia/MF)
 
 


source : irib
2626
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

2 Tahun Pelarangan Shalat Jum'at di Al-Diraz Bahrain
Khazanah Trans 7 Memutarbalikan Sejarah Islam
Suasana Majelis Duka Husaini di Malaysia
Pangeran Muda Arab Saudi Dijebloskan ke Penjara karena Melakukan Penganiayaan
Jet Saudi Bombardir Sekolah di Yaman, Enam Anak Tewas
Dunia Islam Harus Sadar, Rezim Saudi Berusaha Menghalangi Jalan Allah
Pesan Ayatullah Ali Khamanei Menjelang Peringatan Hari Buruh
Di Hari Raya Qurban, ISIS Sembelih 19 Pemuda Suriah
Fakta Sunni Di Negeri Syiah
Alquran Kitab yang Berat namun Tidak Sulit, Mudah tapi Tidak Boleh Digampangkan

 
user comment