Indonesian
Wednesday 27th of October 2021
2090
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Siapakah Hani bin Urwah itu?

Hani bin Urwah bin al-Faddhadh al-Muradi adalah penduduk Kufah dan merupakan salah seorang sahabat terkemuka Imam Ali As. [ 1 ] Hani bin Urwah merupakan salah seorang pembesar Kufah dan juga adalah kepala suku bagi kabilanya. Peristiwa terpenting yang terjadi dalam hidupnya yang berujung pada kesyahidannya adalah ketika Muslim bin Aqil, utusan dan paman Imam Husain As, datang ke Kufah dan menjadi tamu bagi Hani bin Urwah. Berikut ini kami akan sebutkan sebagian dari peristiwa ini sebagaimana yan
Siapakah Hani bin Urwah itu?

 Hani bin Urwah bin al-Faddhadh al-Muradi adalah penduduk Kufah dan merupakan salah seorang sahabat terkemuka Imam Ali As. [ 1 ] Hani bin Urwah merupakan salah seorang pembesar Kufah dan juga adalah kepala suku bagi kabilanya.
Peristiwa terpenting yang terjadi dalam hidupnya yang berujung pada kesyahidannya adalah ketika Muslim bin Aqil, utusan dan paman Imam Husain As, datang ke Kufah dan menjadi tamu bagi Hani bin Urwah.
Berikut ini kami akan sebutkan sebagian dari peristiwa ini sebagaimana yang ditulis dalam kebanyakan kitab-kitab sejarah:
Muslim bin Aqil bertolak menuju ke Kufah lebih cepat dari kafilah Imam Husain As dengan maksud untuk mengambil baiat dari orang-orang Kufah dan juga melihat kondisi yang ada di kota Kufah. Sebelum ke rumah Hani bin Urwah, Muslim bin Aqil berada di rumah Mukhtar Abu Ubaidah al-Tsaqafi. [ 2 ] Setelah mendengar datangnya Ubaidillah bin Ziyad ke Kufah, Muslim bin Aqil keluar dari rumah Mukhtar dan secara diam-diam mendatangi rumah Hani bin Urwah yang merupakan salah seorang pembesar kota Kufah dan kepala suku bagi kabilahnya. Orang-orang Syiah datang ke rumah Hani bin Urwah untuk menemui Muslim.
Hani bin Urwah bersahabat dengan Syarik bin A & amp; rsquo;war Bashri yang datang bersama Ibnu Ziyad ke Kufah. Syarik memiliki kedudukan yang dihormati di Basrah. Hani datang kepadanya dan mengundang sahabatnya itu ke kediamannya. Hani menempatkan Syarik di kamar yang ditempati oleh Muslim bin Aqil. & amp; nbsp; Syarik merupakan salah seorang pembesar Syiah di Basrah dan Hani memotivasi Hani untuk membantu Muslim. Muslim sendiri juga telah mengambil baiat dari orang-orang Kufah sebelum kedatangan Syarik ke Kufah. Syarik bin A & amp; rsquo;war jatuh sakit di rumah Hani. Ketika Ibnu Ziyad mendengar berita, ia mengirimkan pesan bahwa ia akan datang untuk membesuknya besok. [ 3 ]
Syarik berkata kepada Muslim bahwa tujuan utama Anda dan para Syiah Anda adalah melenyapkan durjana ini dan Allah Swt akan melapangkan jalan Anda dalam urusan ini; karena ia akan datang menjengukku besok maka bersembunyilah dan tatkala ia datang dan duduk maka keluarlah dari tempat persembunyianmu dan bunuhlah ia. Kemudian pergilah ke istana dan kuasailah. Bertahanlah di istana. Apabila Allah Swt memberikan kepadaku kesehatan maka aku akan pergi ke Basrah dan akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk Anda di sana dan mengambil baiat dari masyarakat untuk Anda.
Ubaidillah bin Ziyad akhirnya datang ke rumah Hani namun Muslim & amp; nbsp; tidak melakukan tindakan apa pun hingga Ubaidillah bin Ziyad pergi dari tempat itu. Syarik berkata kepada Muslim, & amp; ldquo;Apakah karena takut dan lemah & amp; nbsp; yang membuatmu tidak melakukan hal ini? & amp; rdquo; & amp; ldquo;Tidak & amp; rdquo; Sanggah Muslim. & amp; ldquo;Dua hal yang menghalangiku untuk melakukan hal ini. Pertama, Hani tidak rela Muslim terbunuh di rumahnya. Kedua, sabda Rasulullah Saw yang menyatakan, & amp; lsquo;Iman akan menghindarkan orang untuk membunuh orang secara tiba-tiba dan seorang yang beriman tidak akan membuat orang tercengang dan membunuh tiba-tiba. & amp; rdquo; Jawab Muslim menjelaskan.
Beberapa hari setelah kejadian ini, Syarik tutup usia dan Muslim bin Aqil tetap tinggal di rumah Hani bin Urwah. Ubaidillah bin Ziyad memperoleh informasi dari mata-matanya bahwa Muslim bin Aqil berada di kediaman Hani bin Urwah. Dengan kecohan dan tipuan, Hani berhasil digiring ke istana dan di tempat itu gugur sebagai syahid karena dukungannya kepada Muslim bin Aqil. [ 4 ]
Hani bin Urwah pada masa kesyahidannya berusia lebih dari sembilan puluh tahun. [ 5 ] [ iQuest ]
& amp; nbsp;
[ 1 ] Askalani, Ibnu Hajar, al-Ishābah fi Tamyiz al-Shahābah, riset oleh Abdul al-Maujud, Adil Ahmad dan Muawaddh, Ali Muhammad, jil. 6, hal. 445, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Cetakan Pertama, 1415 H.
[ 2 ] Thabari, Muhammad bin Jarir, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jil. 5, hal. 362, Beirut, Dar al-Turats, 1387 S.
[ 3 ] Dalam sebagian literatur yang disebutkan hanyalah sakit Hani bin Urwah dan sebagian lainnya disebutkan sakit keduanya. Silahkan lihat, Abu Mikhnaf Kufi, Luth bin Yahya, Waqiat al-Thiff, hal. 113, Qum, Islami, 1417 H.
[ 4 ] Dainawari, Akhbār al-Thiwāl, hal. 233-238, Qum, Mansyurat Radhi, 1368 S; Zarkili, Khairuddin, al-A & amp; rsquo;lām, jil. 8, hal. 68, Beirut, Dar al-Ilm, 1989; al-Ishābah, jil. 2, hal. 70.
[ 5 ] Al-Ishābah, jil. 6, hal. 445.


source : islamquest
2090
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Cinta dan Isyq dalam Tasawuf
Benarkah Syiah itu Kafir?
Umat Muslim Syiah Membaca Doa Arafah di Kota Hamburg
Bab. Thaharah (Kesucian)
AlQuran Bukan Produk Budaya
Keberuntungan dalam Perspektif Islam
Dari Muhammad bin Abdul Wahab Hingga Kerajaan Saudi
Tanda-Tanda Sebelum Kemunculan Imam Mahdi afs
George Jordac: Saya Menganggap Diri Saya bagian dari Syiah Ali As
Yazid dalam Timbangan Al-Qur'an dan As-Sunnah

 
user comment