Indonesian
Thursday 27th of January 2022
244
0
نفر 0

Ketua Umum MUI Makassar Tutup Usia

Menurut Kantor Berita ABNA, innalillahi wa inna ilahi rajiun masyarakat muslim Makassar dan Sulawesi Selatan pada umumnya berduka. Salah seorang ulama kharismatiknya tutup usia pada hari Ahad, 5 April 2015 pukul. 15.00 waktu setempat di Rumah Sakit Pelamonia Makassar. Demikian dilaporkan Wakil Ketua IPNU Sul Sel, Andi Muhammad Idris dalam rilisnya kepada harian Rakyat Sulsel.
Ketua Umum MUI Makassar Tutup Usia

Menurut Kantor Berita ABNA, innalillahi wa inna ilahi rajiun masyarakat muslim Makassar dan Sulawesi Selatan pada umumnya berduka. Salah seorang ulama kharismatiknya tutup usia pada hari Ahad, 5 April 2015 pukul. 15.00 waktu setempat di Rumah Sakit Pelamonia Makassar. Demikian dilaporkan Wakil Ketua IPNU Sul Sel, Andi Muhammad Idris dalam rilisnya kepada harian Rakyat Sulsel.

Anre Gurutta DR. KH. Mustamin Arsyad adalah seorang ulama sepuh NU Sulawesi Selatan, beliau dikenal sebagai ulama ahli tafsir jebolan Universitas al Azhar Kairo Mesir. Selain itu beliau semasa hidupnya juga menjabat sebagai Ketua Umum MUI Makassar dan sebagai mursyid salah satu tarekat mu’tabarah al-Syadzily di Makassar.

Almarhum lahir di Mattoanging, Pangkajene, 1957. Dia mengeyam pendidikan diniyah di Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Soppeng Riaja, Barru.Setamat madrasah Aliyah di Pondok pesantren yang digagas mendiang pendiri Darul Dakwah wal Irsyad (DDI) AGH Ambo Dalle ini, dia melanjutkan pendidikan ilmu hadis dan tafsir di Universitas Al Azhar, Al Qahirah, Mesir.

Di negeri Pyreamid ini, beliau menuntut ilmu bersama Pimpinan Pondok Pesantren DDI- AD Mangkoso Prof Dr AGH Faried Wadjedy MA, dan mendiang Dr AGH Abdul Wahab Zakariya MA.

Sekembali dari Mesir, awal dekade 1990-an, almarhum menjadi dosen di IAIN (kini UIN) Alauddin Ujungpandang.

Bersama dengan sejumlah tokoh Islam Indonesia  lainnya, KH. Mustamin Arsyad pernah melawat ke Qom Iran dalam rangka memenuhi undangan Lembaga Internasional Pendekatan antar Mazhab Islam Iran sebagai pembicara dalam Dialog antar Mazhab yangdiselenggarakan selama 3 hari, senin-rabu (22-24/9) yang dihadiri sejumlah ulama dan tokoh Islam dari dua mazhab, Sunni dan Syiah. Dalam pertemuan tersebut, ulama kharismatik asal Makassar ini menekankan pentingnya persatuan Ummat Islam, yang dipandangnya sebagai kebutuhan mendesak ummat Islam saat ini dalam menghadapi problema-problema kontemporer.

Jenazah ulama yang juga salah satu wakil Syuriyah Nahdatul Ulama Sulawesi Selatan ini akan di dimakamkan di Kampung Palampang, Mattoanging, Pangkajene, Pangkep.

Selamat Jalan pak Kyai. Semoga mendapatkan rahmat dan tempat terbaik disisi Allah Swt.


source : abna
244
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Rahbar Iran Tegaskan Partisipasi Luas Rakyat dalam Pemilu
Kemenangan Ansharullah Dipelintir Media Saudi
Desak Saudi Publish CCTV Insiden Mina Jadi Trending Topik
Satu Tersangka Pelaku Teror di Charlie Hebdo Menyerahkan Diri
Pangkalan Militer Saudi Dihujani Rudal Balistik Yaman
Habib Rizieq: Pilih Pemimpin Beragama Islam, Harga Mati
Perspektif Rahbar: Politik Tebar Friksi dan Infiltrasi AS dan Musuh Dunia Islam
Mereka Datang, Melihat dan Memberi Kesaksian
Mushaf Fathimah bukanlah Al-Qur’an-nya Syiah
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, IMZ Hibahkan Buku

 
user comment