Indonesian
Tuesday 9th of March 2021
70
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Kisah Ushul Kafi: Tiga Golongan yang Doanya Tidak Dikabulkan

Kisah Ushul Kafi: Tiga Golongan yang Doanya Tidak Dikabulkan

 

Tiga Golongan yang Doanya Tidak Dikabulkan

Walid bin Shabih mengatakan:

"Saya bersama Imam Shadiq as di tengah perjalanan antara Mekah dan Madinah. Tiba-tiba ada seorang peminta mendatangi kami dan meminta bantuan. Imam Shadiq as memerintahkan kami untuk memberikan sesuatu kepadanya. Tidak berapa lama, datang peminta yang lain dan meminta bantuan kepada kami. Imam Shadiq as memerintahkan kami untuk memberinya sesuatu. Beberapa jam kemudian datang seorang peminta yang lain dan memohon bantuan. Seperti yang sudah-sudah, Imam Shadiq as memerintahkan kami memberikannya sesuatu.

Tiba juga orang keempat dan meminta bantuan. Kali ini Imam Shadiq as tidak memerintahkan kami untuk memberinya sesuatu dan hanya mendoakannya dengan ucapannya, ?Semoga Allah mengenyangkan perutmu.'

Setelah itu, Imam Shadiq as memandang kami dan berkata, ?Ketahuilah bahwa saya masih memiliki sesuatu untuk membantu peminta itu, tapi saya khawatir menjadi satu dari tiga golongan manusia yang doanya tidak dikabulkan Allah. Ketiga golongan manusia itu adalah;

1. Seseorang yang diberikan harta oleh Allah, tapi ia menggunakan bukan pada tempatnya. Orang itu ketika berdoa mengatakan, ?Ya Allah! Anugerahilah aku harta,' tapi Allah tidak mengabulkannya.

2. Seseorang yang mendoakan istrinya, ?Ya Allah! Bebaskan aku darinya,' padahal hak untuk menceraikan berada di tangannya, maka orang seperti ini tidak dikabulkan doanya.

3. Seseorang yang melaknat tetangganya dengan ucapannya, ?Ya Allah! Hancurkan tetanggaku,' padahal ada banyak cara untuk menyelamatkan diri darinya, apakah dengan menjual rumahnya, maka doa orang seperti ini tidak akan dikabulkan.

Saya tidak membantu peminta keempat agar tidak seperti golongan pertama, menggunakan hartanya tidak pada tempatnya, dan nantinya doaku tidak terkabulkan."[1] (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Sumber: Dastanha-ye Usul Kafi, Mohammad Mohammadi Eshtehardi, 1371Hs, jilid 1.

Baca juga:

Kisah Ushul Kafi: Syarat Dikabulkannya Doa

Kisah Ushul Kafi: Berdoa dengan Serius


[1] . Bab Man La Yustajabu Da'watuh, jilid 2, hal 510, hadis 1.

 


source : indonesian.irib.ir
70
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Memetik Kisah Teladan dari Kehidupan Imam Sajjad (2)
Ma’rifatullah Asas Kemanusiaan
Mengejar Gelar “Hamba Allah”
Biografi Sayidah Fatimah az Zahra Sa
Hak dan Kewajiban Suami-Istri, antara Fikih dan Akhlak (Bagian Kedua)
Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
Apa alasan Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah ?
Mutiara Hadis Imam Ali Zainal Abidin as.
Rahasia Keagungan Sayidah Fatimah as
Kata-kata mutiara Imam Baqir a.s.

 
user comment