Indonesian
Monday 8th of March 2021
482
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Bom Meledak di Dekat Stasiun Pusat Kota Kairo, 12 Orang Luka-luka

Bom Meledak di Dekat Stasiun Pusat Kota Kairo, 12 Orang Luka-luka

Menurut Kantor Berita ABNA, ledakan bom mengguncang pusat kota Kairo, Mesir. Sedikitnya 12 orang mengalami luka-luka akibat ledakan ini. Seorang wanita hamil dilaporkan ikut menjadi korban.

Seorang polisi di lokasi kejadian menuturkan kepada AFP, Rabu (15/10/2014), bahwa bahan peledak tersebut sengaja ditempatkan di dekat pintu masuk stasiun kereta bawah tanah, dekat pengadilan.

Diduga, bom tersebut ditargetkan bagi sejumlah polisi yang menjaga pengadilan.

"Bom ditempatkan di jalanan dekat pintu masuk stasiun metro. Targetnya ialah sejumlah polisi di area tersebut," terang polisi tersebut.

Ledakan terjadi tepat pada Selasa (14/10) sebelum tengah malam, di jalanan ramai yang menjadi lokasi banyak toko pakaian dan kedai minum yang buka hingga larut malam.

"Saya sedang berada di toko saya ketika saya mendengar suara ledakan keras. Saya langsung berlari ke lokasi dan saya melihat ada sejumlah orang luka-luka," tutur Ahmed Mostafa yang bekerja di toko dekat lokasi ledakan.

Dalam keterangan terpisah, pejabat senior pada kementerian kesehatan setempat, Khaled al-Khatib menyebutkan, ada seorang wanita hamil dalam daftar korban luka akibat ledakan ini.

Polisi segera mengisolasi lokasi pasca ledakan, untuk menyisir dan mencari kemungkinan adanya bom lainnya di lokasi. Para jurnalis serta warga yang berkerumun dilarang mendekat.

Sebab dalam serangan semacam ini yang terjadi sebelumnya, pelaku sengaja menargetkan tim kepolisian dan medis yang dikerahkan ke lokasi, setelah ledakan pertama terjadi.

Belum ada kelompok atau pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini.

Namun diketahui bahwa semenjak Mohamed Morsi lengser dari kursi Presiden Mesir, sejumlah kelompok militan setempat terus melancarkan serangan yang ditargetkan terhadap polisi dan aparat keamanan mesir. Ledakan ini merupakan serangan serius pertama setelah ledakan yang terjadi di luar kantor Kementerian Luar Negeri pada 21 September lalu, yang menewaskan 2 polisi setempat. Saat itu, militan Ajnad Misr mengklaim bertanggung jawab dan menegaskan sengaja menyerang polisi untuk membalas dendam tewasnya ratusan pendukung Morsi dalam bentrokan dengan otoritas Mesir beberapa waktu lalu. [detiknews]

 


source : www.abna.ir
482
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

NU Kembali Tegaskan Syiah Bukan Aliran Sesat
Ini Masjid yang Sering Dikunjungi Tokoh Dunia
Pertemuan Sejumlah Mahasiswa Syiah Eropa dengan Pimpinan Majma’ Ahlul Bayt as
Khazanah Trans 7 Memutarbalikan Sejarah Islam
Jet Tempur Saudi Hancurkan Gedung Sekolah di Sana’a
Warga di Timur Arab Saudi Siap untuk Gelar Unjuk Rasa Damai
Suasana Majelis Duka Husaini di Malaysia
Rahbar: Kami tak Akan Membiarkan Pengaruh AS Masuk ke Iran
Dicegah Memasuki Arab Saudi untuk Tunaikan Ibadah Haji, Ratusan Ribu Rakyat Yaman Protes
Haji, Simbol Keagungan Umat Islam

 
user comment