Indonesian
Saturday 6th of March 2021
157
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Upaya Menjaga Al-Quran

Upaya Menjaga Al-Quran

 

Mengapa al-Quran hanya dijaga dengan hafalan dan catatan di atas kulit?

Pertanyaan

Mengapa al-Quran hanya dijaga dengan hafalan dan catatan di atas kulit? Apa hikmah dan filosofinya?

Jawaban Global

Terkait dengan pertanyaan mengapa al-Quran pada masa Rasulullah Saw dijaga dengan media hafalan dan tulisan di atas kulit harus dikatakan bahwa:

Desakan untuk menulis al-Quran dengan adanya keinginan orang-orang Arab untuk menghafalnya, menunjukkan  bahwa semenjak hari-hari pertama, kaum Muslimin mengetahui bahwa pada ayat-ayat kitab samawi ini tidak boleh mengalami perubahan walau satu kata.

[1]

Salah satu media yang digunakan untuk menulis al-Quran adalah kulit yang lebih banyak bermanfaat dan lebih tahan  dalam mencatat hal-hal penting. Namun dalam menyediakan media kulit ini bahkan bagi orang-orang kaya juga tidaklah mudah. Karena itu, orang-orang Arab menggunakan bahan-bahan lain yang lebih cocok untuk menulis, seperti kulit kayu atau bahkan batang kering.

[2]

Penulisan al-Quran pada masa Rasulullah Saw; pada hakikatnya sokongan atas apa yang dikumpulkan oleh kaum Muslimin dalam ingatan-ingatan mereka.

[3]

Salah satu faktor yang menjaga dan memelihara al-Quran dari penyimpangan di samping hafalan dan ingatan al-Quran, adalah penulisan al-Quran; karena itu, Rasulullah Saw memberikan perhatian dan penekanan ekstra atas penulisan wahyu dan pada saat yang sama dengan pengutusan dan kehidupan Rasulullah Saw, ada sebagian masyarakat yang mengetahui  membaca dan menulis. Kemudian Rasulullah Saw memilh beberapa orang di antara mereka dan memotivasi mereka untuk menulis wahyu.  Karena satu-satunya jalan untuk menjaga al-Quran pada masa itu – meski dengan minimnya fasilitas – adalah menghafalnya dan juga menulisnya di atas beragam jenis kulit. [iQuest]

 

[1]. Yahya Wahab Jabburi,   al-Khath wa al-Kitâbah fi al-Hadharah al-‘Arabiyah, hal. 249, Beirut, 1994 M; Ali Akbar Wilayati, Farhang wa Tamaddun Islâmi, hal. 26, Qum, Daftar Nasyr Ma’arif. 

[2].  Farhang wa Tamaddun Islâmi, hal. 26.

[3]. Subhi Saleh, Mabâhits fi ‘Ulum al-Qur’ân, hal. 69, Qum, Mansyurat al-Radhi, Cetakan Kelima, 1372 S. 


source : Site Islam Quest
157
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Apa arti akhlak falsafi itu?
Hukum Riba
Bagaimana taubat dalam agama Yahudi dan Kristen apakah sesuai dengan taubat yang diajarkan dalam ...
Pengertian Ulul Albab
Al-Qur’an ditinjau dari tiga aspek merupakan mukjizat, 1. Lafaz; 2. Kandungan; 3. Pembawanya. ...
Mengapa Allah Swt menggunakan kata ganti orang (dhamir) ketiga laki-laki untuk diri-Nya dalam ...
Apa yang menjadi sebab-sebab meletusnya perang Shiffin dan Nahrawan?
Apakah maksud tidak determinis dan tidak bebas mutlak, tetapi pertengahan di antara keduanya? ...
Siapakah nama ibu kandung Nabi Ibrahim As?
Doa Orang Lain lebih Cepat diijabah

 
user comment