Indonesian
Tuesday 9th of March 2021
41
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Mesir Kukuh Hukum Blogger Penghina Rasulullah

Mesir Kukuh Hukum Blogger Penghina Rasulullah

 

KAIRO (Berita SuaraMedia) – Pengadilan Tinggi Mesir tetap menjatuhkan hukuman selama empat tahun masa tahanan terhadap seorang blogger yang telah dinyatakan bersalah karena mencacimaki Nabi Muhammad dan Presiden Mesir.

Kantor berita Mesir mengatakan pada jumat (14/12) bahwa Pengadilan telah menolak permintaan banding Abdul Karim Nabil, 24 tahun.

Nabil merupakan mantan pelajar di Universitas al-Azhar di Kairo yang dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Alexandria pada 2009 lalu selama tiga tahun karena mencacimaki Nabi Muhammad serta sisanya karena menghina Presiden Mesir, Hosni Mubarak, menyebutnya seorang diktator.

Selama proses di pengadilan, Nabil dituduh menyebut Islam sebagai agama brutal dalam sebuah catatan yang ditulisnya di blognya yang berbahasa Arab pada 2007 setelah terjadinya serangan di Gereja Coptik di Alexandria.

Nabil menyebut Nabi Muhammad dan tujuh turunannya sebagai "penumpah darah" dan menuding mereka telah mengajarkan pemberontakan, sebuah komentar yang dikutip hakim dalam pengadilan.

"Saya tidak melihat kesalahan dalam tulisan saya. Saya hanya mengekspresikan pendapat saya," kilahnya dari balik jeruji besi. "Saya tidak pernah bermaksud seperti ini."

Penahanan Nabil menyebabkan kemarahan sejumlah organisasi kemanusiaan.

Nabil ditahan karena mengungkapkan sudut pandangnya terhadap Islam, Malcolm Smart, Direktur kelompok kemanusiaan Washington yang berbasis di Timur Tengah dan Afrika mengatakan.

Hafiz Abou Saada dari kelompok kemanusiaan Mesir juga menyebut penahanan tersebut sebagai "pesan kuat terhadap seluruh blogger".

Kelompok kemanusiaan Inggris mengatakan bahwa penahanan tersebut membuktikan tidak adanya kebebasan berpendapat di Mesir, dan menjadi tamparan bagi dunia.

Pernyataan Nabil telah melukai perasaan umat Muslim di seluruh dunia, ujar salah satu jaksa penuntut, Muhammad Daud.

Namun pengacara Nabil mengatakan bahwa semua orang berhak berpendapat, termasuk dalam agama.

Seif el-Islam, ketua pengacara mengatakan bahwa pengadilan harus menunjuk seorang ahli untuk meneliti bukti-bukti kejahatan yang berada di internet sebelum membawanya ke pangadilan

Salah seorng rekannya, Mohsen Bahnasawi juga berpendapat bahwa kejahatan dunia maya merupakan hal yang baru di Mesir dan belum ada hukum sah untuk itu.

Keamanan Mesir telah menangkap sejumlah blogger karena melakukan kejahatan yang sama dengan Nabil.

Dalam blognya, dengan menggunakan nama samaran Karim Amir, Nabil juga mencacimaki al-Azhar, menyebutnya sebagai "universitas teroris". (al/ss/aj/tl) www.suaramedia.com


source : www.suaramedia.com
41
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Di Hari Raya Qurban, ISIS Sembelih 19 Pemuda Suriah
NU Kembali Tegaskan Syiah Bukan Aliran Sesat
Ini Masjid yang Sering Dikunjungi Tokoh Dunia
Pertemuan Sejumlah Mahasiswa Syiah Eropa dengan Pimpinan Majma’ Ahlul Bayt as
Khazanah Trans 7 Memutarbalikan Sejarah Islam
Jet Tempur Saudi Hancurkan Gedung Sekolah di Sana’a
Warga di Timur Arab Saudi Siap untuk Gelar Unjuk Rasa Damai
Suasana Majelis Duka Husaini di Malaysia
Rahbar: Kami tak Akan Membiarkan Pengaruh AS Masuk ke Iran
Dicegah Memasuki Arab Saudi untuk Tunaikan Ibadah Haji, Ratusan Ribu Rakyat Yaman Protes

 
user comment