Indonesian
Thursday 4th of March 2021
99
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Sayidah Fatimah as Berusia Singkat Namun Sarat dengan Ketauladanan

Sayidah Fatimah as Berusia Singkat Namun Sarat dengan Ketauladanan

 

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Makarim Shirazi dalam majelis duka memperingati hari syahadah putri kecintaan Rasulullah Saw Sayyidah Fatimah az Zahra as di Madrasah Amirul Mukimin as yang berlangsung ahad (14/4) pada penyampaian ceramahnya mengatakan, "Hadhrat Sayyidah Fatimah az Zahrah dengan usianya yang singkat di dunia ini namun memberikan banyak pencerahan dan pelajaran bagi kehidupan umat manusia"

"Demikian pula Hadhrat Ali Asghar as, juga salah satu contoh manusia terbaik didunia ini yang hanya dalam usia yang teramat singkat namun menjadi suri tauladan sepanjang sejarah umat manusia. Untuk mengenang kesyahidan manusia-manusia suci tersebutlah kita mengadakan majelis duka ini, yang terselenggara hampir diseluruh penjuru dunia, dimana ada pecinta Ahlul Bait, maka disitu ada majelis duka. Hadhrat Muhsin, putra Sayyidah Fatimah as yang meskipun belum sempat terlahir di dunia, juga merupakan sosok tauladan sepanjang masa bagi para pecinta Ahlul Bait. Yang namanya abadi dalam majelis-majelis duka yang akan terus terselenggara." Lanjutnya.

Ulama yang aktif mengajar di Hauzah Ilmiyah Qom Republik Iran tersebut dalam lanjutan ceramahnya mengatakan, "Diantara bukti kecerdasan dan ketinggian ilmu Sayyidah Fatimah as, adalah banyaknya pelajaran kehidupan yang tersampaikan dalam khutbah-khutbah beliau, khususnya khutbah mengenai tanah Fadak. Khutbah tersebut masyhur dikenal dengan khutbah Fadak, meskipun sebenarnya penamaan tersebut tidak tepat, sebab tanah Fadak hanyalah bagian kecil dari yang disinggung Sayyidah Fatimah dalam khutbahnya tersebut. Khutbah tersebut lebih layak disebut dengan khutbah sejarah umat manusia."

"Khutbah Sayyidah Fatimah tersebut memuat pelajaran penting mengenai mari'fatullah (pengenalan mengenai Tuhan), mengenai hari kiamat dan kehidupan akhirat, kenabian, keagungan Al-Qur'an, falsafah ahkam dan furu' agama dan mengenai wilayah (keimamahan). Bayangkan, beliau menyampaikan khutbah yang sarat ilmu dan ma'rifat tersebut dalam usia 18 tahun, bagaimana jika usia beliau mencapai 60 tahun, tidak terbayangkan betapa banyaknya ilmu dan pelajaran yang akan direguk umat manusia dan dimanfaatkan dalam menjalankan kehidupan ini. Bahkan Nahjul Balaghah sekalipun, yang memuat khutbah-khutbah agung Imam Ali as sepanjang 5 tahun, masih belum mampu menandingi muatan ilmu dan hikmah yang terkandung dalam satu khutbah Sayyidah Fatimah az Zahrah tersebut." Paparnya.

 

oleh : Ayatullah Makarim Shirazi:


source : www.abna.ir
99
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Mengenal Pemimpin Mazhab Ja'fariyah
Sayyidah Fathimah az Zahra; Biografi dan Kepribadiannya
Takwa dan Sabar Sebagai Tameng Dalam Menghadapi Cobaan Bag. 2
MENGAPA BERTAWASHUL KEPADA PARA KEKASIH ALLAH DILARANG?
Hadits Mutawâtir lafzi, Maknawi, dan Ijmâli
Apakah seluruh ayat al-Qur’an memiliki sya’n al-nuzûl atau tidak? Bagaimana kedudukan sya’n ...
Abdullah bin Saba: Antara Mitos dan Fakta
Apakah Nabi Saww Pernah Lupa Dalam Shalat
Bagaimana hubungan Iman dan ketenangan hati dalam pandangan Al-Quran?
Kenapa Kita Harus Memuliakan Anak Yatim?

 
user comment