Indonesian
Tuesday 9th of March 2021
70
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Antara Sombong dan Rendah Diri, bag II

Antara Sombong dan Rendah Diri, bag II

 

Sumber :

Buku : taubat dalam naungan kasih sayang

Karya : Ayatullah Husein Ansariyan

Oleh karena itu, menjadi jelas bahwa sifat sombong dan takabur akan menjauhkan manusia dari naungan rahmat dan kasih sayang Tuhan. Itulah sebabnya diwajibkan kepada manusia untuk menghindari sifat takabur dan sombong. Sedangkan sifat rendah hati (tawadhu) dapat mendekatkan manusia kepada Allah Swt dan mendorong manusia memasuki naungan penghambaan kepada Sang Khalik. Sifat ini juga mampu mendorong seseorang untuk mengakui segala kesalahannya di hadapan Tuhan dan bertaubat di jalan-Nya. oleh karena itu, seorang manusia harus bersikap rendah diri dihadapan Allah Swt, dan  kembali kepadan-Nya dengan tunduk dan menangis, juga berjanji untuk berhenti berbuat dosa dan memperbaiki semua yang telah dilakukannya.

Dalam hadis Qudsi disebutkan bahwa Allah Swt berkata kepada Nabi Musa as,

“Wahai putra Imran, datanglah ke naunganku dengan ketundukan, kepatuhan, dan tetesan air matamu. Kemudian  panggillah aku di kegelapan malam, maka engkau akan mendapatkan-Ku sangat dekat dan aku akan menjawabmu.”

al-Quran saat berbicara tentang iblis, berkata :

قالَ ما مَنَعَكَ أَلاَّ تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَني مِنْ نارٍ وَ خَلَقْتَهُ مِنْ طينٍ قالَ فَاهْبِطْ مِنْها فَما يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فيها فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرينَ

Allah berfirman, “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Iblis menjawab, “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. Allah berfirman, “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.” (QS. Al-A’raf, [7] : 12-13)

Dinukil dari buku taubat dalam naungan kasih sayang, karya Ayatullah Husein Ansariyan.

 

 

70
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Pahala Bagi Orang yang Beriman dan Beramal Saleh
Mengapa dalam al-Qur’an disebutkan “Fabassyirhum bi’adzâbin alîm” padahal basyârat ...
Makna dan Hakikat Sabar
Tafakur
Tafsir Surah Al-Qadr
Kisah Bijak Sufi: Makin Bertambah Makin Hilang
Agama dan Akhlak
George Jordac: Saya Menganggap Diri Saya bagian dari Syiah Ali As
Akhlak dan Ilmu Akhlak
Tafsir Al-Quran, Surat Al-Isra Ayat 7-10

 
user comment