Indonesian
Tuesday 2nd of March 2021
70
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Taubat, Kewajiban Mendesak, bag II

Taubat, Kewajiban Mendesak, bag II

 

Sumber :

Buku : taubat dalam naungan kasih sayang

Karya : Ayatullah Husein Ansariyan

Para pendosa, tatkala timbul penyesalan dari dalam dirinya akan dosa-dosa yang telah ia kerjakan, dan ketika menyadari akan kesalahan dan maksiat yang telah ia kerjakan dihadapan Allah Swt, dengan kata lain, tatkala seorang pendosa hendak mengeluarkan dirinya dari penjara hawa nafsu, maka dia harus segera memutus hubungan dengan segala macam bentuk dosa, baik yang Nampak maupun tersembunyi. Dan ia juga harus segera mengeluarkan dirinya dari  penghambaan kepada hawa nafsu dan setan terkutuk, serta mendorog dirinya untuk memasuki wilayah penghambaan kepada Allah Swt. hal ini merupakan bentuk nyata dari aksi memperbaiki diri dari dosa-dosa yang telah diperbuat.

Menurut aspek syariat dan fiqih, aktifitas taubat dan hijrah dari lingkaran hawa nafsu setan menuju penghambaan kepada Allah Swt, merupakan sebuah kewajiban yang mendesak dan harus segera mungkin dilakukan. Artinya, apabila dalam diri seorang pendosa timbul penyesalan atas dosa-dosa yang telah diperbuat dan ia menyadari akan penentangan dan pemberontakan yang telah dilakukannya  di hadapan sang pencipta, maka tanpa menunda-nunda waktu, ia harus sesegera mungkin bertobat, kembali ke jalan Allah Swt, dan mencabut akar-akar dosa yang menancap pada dirinya. Dengan jalan inilah, cahaya kasih sayang dan rahmat Ilahi akan memancar di dalam hatinya.

Apabila seorang pendosa menunda-nunda untuk bertaubat, berharap untuk bertaubat di waktu yang akan datang, maka ketahuilah, hal ini adalah sebuah sikap penentangan kepada Tuhan, dan juga merupakan bentuk dari dosa.

Abdul Azhim Hasani meriwayatkan dari Imam Muhammad Jawad as, dari Imam Ali Ridha as, bahwa Amr bin Ubaid pernah bertanya kepada Imam Jakfar Shadiq as, “ Mana saja yang termasuk dosa-dosa besar?” lalu imam memaparkan hal-hal yang termasuk dalam kategori dosa besar menurut al-Quran, diantaranya adalah merasa aman dari hukuman Allah Swt.

Dinukil dari buku taubat dalam naungan kasih sayang, karya Ayatullah Husein Ansariyan.

 

 

70
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Apa makna dari kesadaran diri menurut al-Qur’an?
Sifat Jamal dan Jalal Ilahi
Bagaimana kita dapat menetapkan bahwa al-Qur'an itu adalah wahyu yang diturunkan dari sisi Allah ...
Apakah Sunnah dapat menasakh al-Qur’an?
Gibah dan Macamnya
Masa Muda, Masa Keemasan Manusia
Adzan dan Iqomah
Hadis Madinah Al-Ilm (Kota Ilmu)
Efek Dahsyat dari Meyakini Hari Akhir
Mengapa dalam al-Quran iman kepada malaikat disebutkan terlebih dahulu dari pada iman kepada rasul? ...

 
user comment