Indonesian
Sunday 28th of February 2021
70
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Islam Beri Masyarakat Bulgaria Kehidupan Lebih Baik

Islam Beri Masyarakat Bulgaria Kehidupan Lebih Baik

 

REPUBLIKA.CO.ID, SOFIA -- Runtuhnya Uni Soviet pada dekade 90-an berpengaruh terhadap seluruh negara-negara di Eropa Timur. Komunitas agama yang dahulu dikekang, kini merasakan kebebasannya.

Muslim Bulgaria merupakan salah satu komunitas agama yang merasakan hal tersebut. Mereka tidak lagi menutupi identitasnya sebagai Muslim. Sejak itu, jalanan di Bulgaria tak lagi asing dengan perempuan berjilbab atau pria berjanggut. Islam pun mulai diterima di Bulgaria.

Belakangan, sebagian masyarakat Bulgaria yang menganut Katolik Roma memutuskan untuk menjadi Muslim. Yang menarik, sejak Islam kembali bergeliat, angka pencurian, jumlah prostitusi dan mucikari berkurang.

Habibe, (35 tahun), seorang warga Sofia, mengaku keputusannya menjadi Muslim ditengarai karena Islam membuka lautan pengetahuan tanpa batas. "Saya percaya, Islam akan membimbingku menuju surga," katanya seperti Jumat (15/2).

Imam Ahmed Mussa, yang memeluk Islam pada tahun 2000, mengaku memeluk Islam saat bekerja sebagai buruh konstruksi di Vienna. Di sana, ia bertemu dengan komunitas Muslim Vienna dan akhirnya memutuskan menjadi Muslim. Usai mengucapkan syahadat, Mussa kembali ke Bulgaria dan mendalami studi Islam di Sarnitsa.

Namun, setelah bertugas cukup lama, Mussa dituduh sebagai pihak dibalik penyebaran ajaran radikal. Ketika ditangkap, Mussa mengatakan ia tidak takut dengan hal tersebut karena setiap Muslim hanya takut kepada Allah.

Peneliti agama, Alexey Pamporov mengatakan di Bulgaria Islam mudah beradaptasi dengan lingkungan Kristen. Hebatnya lagi, Islam tidak seperti agama lain yang segera ditinggalkan. Sebaliknya, Islam begitu diminati karena menawarkan kehidupan yang teratur. 

"Mereka seperti menemukan hidup yang lebih baik," katanya.

Saat ini, populasi Muslim Bulgaria mencapai 15 persen dan sebagian besar merupakan keturunan Turki. Proporsi ini merupakan yang tertinggi di Eropa. Fakta ini jelas berbanding terbalik dibandingkan di masa komunisme. Kala itu, sebanyak 300 ribu Muslim dipaksa berganti nama dan menerapkan budaya Bulgaria yang komunis.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Fernan Rahadi

source : republika.co.id
70
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Jet Tempur Saudi Hancurkan Gedung Sekolah di Sana’a
Warga di Timur Arab Saudi Siap untuk Gelar Unjuk Rasa Damai
Suasana Majelis Duka Husaini di Malaysia
Rahbar: Kami tak Akan Membiarkan Pengaruh AS Masuk ke Iran
Dicegah Memasuki Arab Saudi untuk Tunaikan Ibadah Haji, Ratusan Ribu Rakyat Yaman Protes
Haji, Simbol Keagungan Umat Islam
Idul Adha Pengingat Kita Berkorban, Jangan Maunya Kaya Sendiri
Serangan Zionis ke Masjidil Aqsa Masuki Hari Kelima
Presiden Jokowi Ajak Para Santri Sebarkan Nilai Kesantunan di Masyarakat
Media AS Klaim Presiden Obama Kirim Surat Rahasia ke Iran

 
user comment