Indonesian
Thursday 4th of March 2021
70
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Pahala Menggunakan Karuni Ilahi Pada Tempatnya

Pahala Menggunakan Karuni Ilahi Pada Tempatnya

 

Sumber :

Buku : taubat dalam naungan kasih sayang

Karya : Ayatullah Husein Ansariyan

Al-Quran menyatakan bahwa pahala bagi orang-orang beriman dan orang yang berbuat  baik tidak akan pernah disia-siakan. Al-Quran menegaskan bahwa janji Allah Swt pasti benar, dan Allah Swt tidak akan pernah mengingkari janji-Nya.

Al-Quran menggambarkan  bermacam pahala bagi orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh. Bermacam  pahala tersebut digambarkan dengan peristilahan  seperti : pahala yang besar, pahala yang mulia, pahala yang tidak pernah putus, dan pahala yang baik.

Allah Swt berfirman,

وَعَدَ اللهُ الَّذينَ آمَنُوا وَ عَمِلُوا الصَّالِحاتِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَ أَجْرٌ عَظيمٌ

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (surat : Al-Maidah Ayat : 9)

إِلاَّ الَّذينَ صَبَرُوا وَ عَمِلُوا الصَّالِحاتِ أُولئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَ أَجْرٌ كَبيرٌ

“kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.” (surat : Huud Ayat : 11)

مَنْ ذَا الَّذي يُقْرِضُ اللهَ قَرْضاً حَسَناً فَيُضاعِفَهُ لَهُ وَ لَهُ أَجْرٌ كَريمٌ

“Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.” (Al-Hadiid Ayat : 11)

إِنَّ الَّذينَ آمَنُوا وَ عَمِلُوا الصَّالِحاتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya.” (Fushshilat Ayat : 8)

….فَإِنْ تُطيعُوا يُؤْتِكُمُ اللهُ أَجْراً حَسَنا..ً….

…… Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik….. (surat : Al-Fat-h Ayat : 16)

Apabila hati yang merupakan nikmat Ilahi, digunakan dalam lingkaran keimanan, nikmat akal digunakan untuk bertafakkur akan hakikat, nikmat anggota badan digunakan di rel amal saleh, nikmat kedudukan dan kekayaan dipergunakan guna menyelesaikan problema masyarakat, dengan kata lain, apabila manusia menggunakan segala nikmat dan karunia Ilahi tersebut di jalan ketaatan, penghambaan, kebaikan, dan ketakwaan, maka Ia selain akan meraih kebahagiaan dan keberkahan di dunia ini, juga akan meraih bermacam pahala di akhirat. Mempergunakan karunia dan nikmat Ilahi di jalan Tuhan bukanlah hal yang sulit. Sesungguhnya, setiap manusia, baik lak-laki maupun wanita, mampu menjalankan hal ini sehingga tidak ada penghalang dan tabir yang menghalangi mereka dari sang Hak, sang Pencipta, dan mereka dapat meraih kenikmatan  kedekatan dan pertemuan dengan Allah Swt.  

Rasulullah Saw, para Imam Maksum as, dengan mensyukuri nikmat Allah Swt dan dengan menggunakan nikmat-nikmat tersebut di jalan yang benar, telah berhasil melewati segala tabir gelap hingga tak ada lagi satupun yang tersisa diantara mereka dengan Allah Swt, oleh karena itu, mereka meraih kenikmatan kedekatan dan pertemuan dengan Allah Swt.

Dinukil dari buku taubat dalam naungan kasih sayang, karya Ayatullah Husein Ansariyan.

 

 

 

 

70
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Rahasia Keagungan Sayidah Fatimah as
Tafsir Al-Quran, Surat An-Nahl Ayat 120-124
Larangan Allah Mendekati Perbuatan Keji
Mengapa Abdul Mutthalib memberikan nama anaknya dengan nama Abdul Uzza?
Adab-adab Berdoa
Tafsir Al-Quran, Surat Al-Isra Ayat 3-6
Studi Kritis Hadits "Berpegangan kepada al-Quran dan as-Sunnah"
Derajat Orang-orang Dermawan
Apa makna dari kesadaran diri menurut al-Qur’an?
Sifat Jamal dan Jalal Ilahi

 
user comment