Indonesian
Tuesday 9th of March 2021
70
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Arti dari Kekikiran

Arti dari Kekikiran

 

Sumber :

Buku : taubat dalam naungan kasih sayang

Karya : Ayatullah Husein Ansariyan

Melalui ucapan sederhana seorang petani, saya memahami  arti buruk dari kekikiran dan sikap menyimpan harta lebih bagi diri sendiri dan tidak memberikannya kepada yang berhak.

Suatu saat saya pergi ke sebuah daerah pertanian untuk berdakwah dan berceramah. Setelah saya usai memberikan ceramah, seorang tua yang secara lahiriah tampak sebagai seorang pekerja keras, datang dan berkata kepadaku,

“ ada seorang dermawan yang memberikan tanah, benih, dan sumber air  yang baik kepada petani untuk ditanami, ketika musim panen datang, si dermawan menghampiri si petani dan berkata, “ semua yang kamu peroleh dari panen ini untukmu. Aku tidak menginginkan apapun darimu, karena aku sama sekali tidak membutuhkan apa-apa dari hasil panen tersebut, akan tetapi  aku meminta kepadamu untuk menghadiahkan sedikit saja dari hasil panen ini kepada sebagian orang yang aku sebutkan namanya”.

Apabila petani itu menolak untuk menghadiahkan sedikit bagian dari hasil panen itu kepada orang-orang yang disebutkan oleh si dermawan, maka sungguh sikap petani ini merupakan sikap yang tak tahu diri dan rendah. Dan menyikapi hal ini, si dermawan mempunyai hak untuk berpaling dari petani tersebut dan marah kepadanya, serta dia juga punya hak untuk menghukumnya.

Kemudian orang tua itu menambahkan, “ maksud saya dari si dermawan tersebut adalah Allah Swt, dimana Ia telah memberikan kita bumi yang baik untuk cocok tanam, sungai-sungai yang mengalir, hujan, sinar matahari, bulan, angin dan  lain sebagainya. hal-hal tersebut diberi oleh Allah Swt guna keberlangsungan hidup manusia.  Berdasarkan hal itu, Allah Swt meminta kita untuk membayar zakat, khumus, dan member sedekah kepada fakir-miskin yang membutuhkan. Apabila kita kikir terhadap itu semua, maka sang dermawan punya hak untuk marah kepada kita dan untuk menghukuk kita atas sikap rendah ini.

Terkait hal ini, al-Quran berfirman, :

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan karunia harta yang Allah berikan kepada mereka menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al-Imran : 180)

Dinukil dari buku taubat dalam naungan kasih sayang, karya Ayatullah Husein Ansariyan.

 

 

 

70
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Pahala Bagi Orang yang Beriman dan Beramal Saleh
Mengapa dalam al-Qur’an disebutkan “Fabassyirhum bi’adzâbin alîm” padahal basyârat ...
Makna dan Hakikat Sabar
Tafakur
Tafsir Surah Al-Qadr
Kisah Bijak Sufi: Makin Bertambah Makin Hilang
Agama dan Akhlak
George Jordac: Saya Menganggap Diri Saya bagian dari Syiah Ali As
Akhlak dan Ilmu Akhlak
Tafsir Al-Quran, Surat Al-Isra Ayat 7-10

 
user comment