Indonesian
Friday 18th of June 2021
302
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Malik bin Asytar Nakha’i, Sosok Panglima Tangguh dan Seorang Mukmin Sejati

Malik bin Asytar Nakha’i, Sosok Panglima Tangguh dan Seorang Mukmin Sejati

 

Sumber :

Buku : Syarah Doa Kumail

Karya : Ayatullah Husein Ansariyan

Nakha’ merupakan salah satu qabilah besar dari daerah Madzhij yang berasal dari yaman. Orang-orang dari qabilah ini merupakan orang-orang yang memeluk Islam di masa dakwah Nabi Muhammad saw. Rasulullah saw pernah berdoa untuk qabilah ini sebagai berikut :

اللَّهُمَ بارِكْ فِى النَّخَعِ

“Ya Allah, berkahilah qabilah Nakha’”

Kemuliaan orang-orang dari qabilah Nakha, terlihat mencolok di masa hayat Nabi Muhammad saw, mereka bergabung dalam barisan Rasulullah dan turut berperang bersama Rasulullah, mereka juga menggapai kesyahidan dalam peperangan tersebut.

“Malik bin Asytar Nakha’i,  merupakan salah satu sosok dari qabilah ini yang dikenal sebagai panglima tangguh dan seorang mukmin sejati. Ia senantiasa bergabung dan turut berperang dalam barisan Amirul Mukminin (as). Dan pada akhirnya, ia meneguk cawan kesyahidan dari Muawiyah. Begitu tingginya kedudukan Malik Al-Asytar hingga ketika kabar tentang kesyahidannya terdengar oleh Imam Ali, ia pun menangis dan dalam kesedihannya yang mendalam  ia berkata :

“Pujian Allah untuk Malik karena segala yang ia punya berasal dariNya. Dan seandainya dia adalah sebuah gunung maka tentunya ia adalah gunung yang kokoh. Dan jika ia adalah bongkahan batu, maka sungguh ialah batu yg kokoh. Demi Tuhan, kematianmu telah meluluhlantahkan dunia, sungguh layaklah tangisan dan ratapan mereka untukmu”.

Kemudian imam Ali (as) melanjutkan:

“Kita datang dari Tuhan dan akan kembali padaNya, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah aku berserah diri atas musibah besar ini padaMu yang mana kematiannya merupakan bencana masa depan. Ya Allah sayangilah Malik yang telah setia pada sumpahnya, melaksanakan janjinya dan bergegas menuju Tuhannya. [1]

----------------------------------------

[1] JumhuratAnsabul Arab : 415

Dinukil dari buku syarah doa kumail, karya Ayatullah Husein Ansariyan.

 

 

302
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Apakah seluruh ayat al-Qur’an memiliki sya’n al-nuzûl atau tidak? Bagaimana kedudukan sya’n ...
Bagaimana hubungan Iman dan ketenangan hati dalam pandangan Al-Quran?
Lapang Dada, Bekal Terbaik dalam Memikul Beban Kehidupan
Keajaiban Istighfar Dalam Kehidupan Dunia
MENGAPA BERTAWASHUL KEPADA PARA KEKASIH ALLAH DILARANG?
KISAH IDRIS AS. NABI ALLAH YANG DIANGKAT KE LANGIT
Letak Saqifah Bani Sa'idah
Takwa dan Sabar Sebagai Tameng Dalam Menghadapi Cobaan Bag. 2
Kenapa Kita Harus Memuliakan Anak Yatim?
Sayyidah Fathimah az Zahra; Biografi dan Kepribadiannya

 
user comment