Indonesian
Saturday 22nd of January 2022
99
0
نفر 0

Bertafakkur Atas Nikmat Ilahi

Bertafakkur Atas Nikmat Ilahi

 

Sumber :

Buku : taubat dalam naungan kasih sayang

Karya : Ayatullah Husein Ansariyan

 

Tak diragukan lagi, manusia dalam kehidupannya dikelilingi oleh berbagai nikmat. Baik nikmat materi maupun non materi. Penggunaan nikmat tanpa menyadari dan mengetahui hal-hal seperti siapa pemberi nikmat tersebut? bagaimana dan untuk apa nikmat itu diturunkan?  Bagaiman seorang manusia menyikapi nikmat yang diberikan kepadanya? Merupakan cirri-ciri dari hewan yang tidak berpikir.

Orang-orang yang berpikir senantiasa merenungi berbagai nikmat yang mengelilingi dirinya. Mereka melihat nikmat tersebut dengan mata hatinya sehingga menyadari kehadiran Zat pemberi nikmat di tengah penggunaan nikmat itu. Mereka juga memahami manfaat dan tujuan nikmat tersebut serta menggunakannya sesuai dengan keinginan Zat pemberi nikmat.

Berkenaan dengan hal ini, Allah Swt berfirman :

يا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خالِقٍ غَيْرُ اللهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّماءِ وَ الْأَرْضِ لا إِلٰهَ إِلاَّ هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ

Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?” (surah : Faathir Ayat : 3)

Iya, seluruh nikmat beserta manfaatnya merupakan tanda dan argumentasi dari keEsaan Allah Swt, serta menjadi jalan mudah guna mengenal Rab yang Maha Esa.

 

Dinukil dari buku taubat dalam naungan kasih sayang, karya Ayatullah Husein Ansariyan.

 

 

99
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Imam Ali bin Musa Ridha, dialog itrah
Tafsir Al-Quran, Surat Al-Isra Ayat 7-10
Pecinta Ahlul Bait Padati Haram Imam Ali As pada Malam Peringatan Syahadah Az Zahra
Di manakah letaknya gua Ashabul Kahfi?
Syarat Terkabulnya Doa
Sombong: Penghalang Terbesar Iman
keadilan menurut Aristoteles dan Filosof Muslim
Efek Dahsyat dari Meyakini Hari Akhir
1O Kesalahan dalam Mendidik Anak
Cinta dan Isyq dalam Tasawuf

 
user comment