Indonesian
Thursday 28th of May 2020
  835
  0
  0

Menyalahgunakan Nikmat Ilahi

Menyalahgunakan Nikmat Ilahi

 

Sumber :

Buku : taubat dalam naungan kasih sayang

Karya : Ayatullah Husein Ansariyan

 

Sebagian dari manusia tidak berpikir dan merenung atas berbagai nikmat Ilahi yang mengeliligi dirinya. Sebagian itu mengira bahwa mereka adalah pemilik hakiki atas berbagai nikmat yang ada pada dirinya. Mereka menganggap bahwa berbagai nikmat tersebut merupakan hasil dari jerih payahnya tanpa ada campur tangan Ilahi. Orang-orang seperti itu adalah orang yang Jahil dan lalai. Dalam kelalaian dan kejahilannya tersebut,  mereka menggunakan nikmat-nikmat itu di jalan setan yang terkutuk. Mereka menggunakan nikmat-nikmat sesuai dengan dorongan hawa nafsunya. Nikmat-nikmat yang ada pada dirinya dijadikan perantara guna menyesatkan keluarga, kerabat dan masyarakat.

Mereka menyalahgunakan nikmat yang ada. Berbagai nikmat yang dimilikinya seperti kesehatan, anggota badan, rezeki, kekayaan, ilmu, dan lain sebagainya, digunakan di jalan maksiat kepada Allah Swt. Allah Swt menjanjikan azab yang pedih bagi mereka.

Terkait hal ini, Allah Swt berfirman,

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذينَ بَدَّلُوا نِعْمَةَ اللهِ كُفْراً وَ أَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دارَ الْبَوار جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَها وَ بِئْسَ الْقَرارُ  ِ

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan, yaitu neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.” (surah : Ibrahim Ayat : 28-29)

 

Dinukil dari buku taubat dalam naungan kasih sayang, karya Ayatullah Husein Ansariyan.

 

  835
  0
  0
امتیاز شما به این مطلب ؟

latest article

    Empat Wasiat bagi Wanita Hamil
    Meluruskan Pemahaman Mengenai Taqiyyah
    Fatimah as Rahasia Ridha Ilahi
    Kisah Sufi, Amalan Berbuah Surga
    Imam Musa Al-Kazhim a.s
    Beramal Saja Tak Cukup
    Sakit dan Larangan Dokter
    Nilai Wanita dalam Islam
    Dunia Siap Menerima Pemerintahan Imam Mahdi
    Imam Ali as-Sajjad as. dan Seekor Unta Lemah

 
user comment