Indonesian
Tuesday 2nd of June 2020
  612
  0
  0

Pemerintah Seharusnya Bentuk Badan Nasional Penanggulangan Liberalisme'

JAKARTA, muslimdaily.net - Menanggapi hasil Silaturahmi Nasional (Silatnas) #IndonesiaTanpaJIL (#ITJ) di Bandung, Sabtu-Ahad lalu yang menghasilkan empat seruan perlawanan terhadap liberalisme, peneliti utama INSISTS Dr. Adian Husaini menyampaikan perlunya pemerintah membentuk lembaga yang memerangi pemikiran liberalisme.

"Alhamdulillah Silatnas ITJ berlangsung dengan lancar," kata Adian, "seharusnya pemerintah memberikan dukungan kepada ITJ."

Pemerintah seharusnya mendukung penuh gerakan #IndonesiaTanpaJIL karena, menurut Ketua Program Pasca Sarjana dan S-3 Program Pendidikan Islam UIKA Bogor ini, liberalisme lebih berbahaya daripada penyalahgunaan narkoba.

"Pemikiran liberalisme agama lebih bahaya dari narkoba," tegasnya kepada MuslimDaily.net Selasa pagi (13/11).

Karena pemikiran liberalisme dianggap lebih berbahaya daripada penyalahgunaan narkoba, Adian Husaini mengusulkan perlunya dibentuk Badan Nasional Penanggulangan Liberalisme sebagai upaya nyata memperbaiki kerusakan moral pemuda Indonesia akibat paham liberalisme.

"Karena pemikiran liberalisme agama lebih bahaya dari narkoba, maka bagus lagi jika dibentuk Badan Nasional Penanggulangan Liberalisme," pungkas Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia itu.

Gerakan #IndonesiaTanpaJIL

Gerakan #IndonesiaTanpaJIL merupakan sebuah gerakan intelektual yang digerakkan oleh pemuda dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi dari berbagai wilayah di Indonesia namun memiliki kesamaan visi untuk menolak dan melawan setiap pemikiran pluralisme, sekulerisme, dan liberalisme agama (SEPILIS) yang marak disuarakan oleh beberapa tokoh, antara lain aktivis-aktivis yang tergabung dalam Jaringan Islam Liberal (JIL) di bawah koordinator Ulil Abshar Abdalla.

Akhir pekan lalu, ratusan pemuda perwakilan #ITJ dari beberapa wilayah di Indonesia berkumpul bersama dalam kegiatan Silahturahmi Nasional (Silatnas) gerakan #IndonesiaTanpaJIL di Bandung. Dalam hasil acara yang berlangsung Sabtu-Ahad (10-11 Nov 2012) itu, mereka menyerukan perlawanan terhadap gerakan liberalisasi agama yang dianggap telah merusak moral pelajar dan mahasiswa Indonesia.

Demi menyelamatkan generasi muda Indonesia, mereka menyerukan:

    * Kepada pemerintah, melalui Kemendikbud, untuk menghentikan liberalisasi agama dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.
    * Kepada para pendidik, untuk berani menolak kurikulum pendidikan yang menjurus pada liberalisasi agama yang dipaksakan kepada mereka.
    * Kepada media massa, untuk mendukung upaya penyelamatan generasi muda Indonesia.
    * Kepada orangtua, untuk memperhatikan penanaman nilai-nilai agama kepada anak-anaknya, karena keluarga dalah benteng terakhir moralitas generasi.

[mzf]


source : http://muslimdaily.net
  612
  0
  0
امتیاز شما به این مطلب ؟

latest article

    Seminar Pendidikan Di Makassar Dihentikan Paksa Kelompok Intoleran
    Ideologi Pancasila Harus Terus Disampaikan kepada Anak-Anak
    Jutaan Rakyat Yaman Kutuk Dua Tahun Agresi Arab Saudi
    Kutuk Eksekusi Syeikh Nimr Kedubes Saudi Didemo Massa
    Haji, Peluang Terbaik untuk Umumkan Posisi terkait al-Aqsa
    Parade Peringatan 50 Tahun, ASEAN Menjadi Satu Komunitas, Satu Keluarga
    Dua Bom Meledak di Homs, Puluhan Tewas
    Donasi PPI Dunia Untuk Rakyat Suriah
    Indosiar Klarifikasi Berita Muslim Iran Wukuf di Arafah
    Halaqah Alim Ulama Se-Lampung Hasilkan 5 Kesepakatan Jaga NKRI

 
user comment