Indonesian
Thursday 4th of March 2021
70
0
نفر 0
0% این مطلب را پسندیده اند

Muslim Australia Ubah Nama Demi Pekerjaan

 

CANBERRA -- Muslim Australia tak menafikan identitas mereka menjadi pengganjal untuk mendapat pekerjaan. Karena itu, mereka terpikir mengganti nama guna memperbesar kesempatan mendapat pekerjaan.

Pendiri Asosiasi Persahabatan Islam, Keysar Trad, menyayangkan kondisi itu. "Menyedihkan memang. Anda harus mengubah nama agar dapat melewati pintu depan," papar dia seperti dikutip dailytelegraph.com.au, Senin (8/10).

Sebagian dari mereka, kata dia, mengubah nama Mohammed menjadi Michael, Ahmed menjadi Allan, Haroun menjadi Harold, dan lainnya. Kadang adapula yang mengubah nama tanpa keterkaitan sama sekali. "Mohammed menjadi Jim," kata dia.

Eddie Chehab, 49 tahun, dari Drummoyne, merupakan contohnya. Sejak 30 tahun lalu, ia mengubah namanya dari Mohammed ke Eddie. Ia menyebut, pekerjaan merupakan alasan perubahan tersebut.

"Saya melihat betapa sulitnya orang lain menyebut nama saya. Karena itulah, saya mengubahnya," kata dia.

Komisaris Diskriminasi Ras, Helen Szoke mengatakan kondisi tersebut merupakan fakta. Mereka ubah nama aslinya lalu diganti dengan versi Inggris.  "Saya kira itu memang benar terjadi," kata dia.

Analis Sosial, David Chalke mengatakan perusahan-perusahaan Australia ataupun asing lebih memilih mempekerjaan kulit putih.  "Kita hanya memikirkan diri kita sendiri," katanya.

Redaktur: Hazliansyah
Reporter: Agung Sasongko

source : www.republika.co.id
70
0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Khazanah Trans 7 Memutarbalikan Sejarah Islam
Jet Tempur Saudi Hancurkan Gedung Sekolah di Sana’a
Warga di Timur Arab Saudi Siap untuk Gelar Unjuk Rasa Damai
Suasana Majelis Duka Husaini di Malaysia
Rahbar: Kami tak Akan Membiarkan Pengaruh AS Masuk ke Iran
Dicegah Memasuki Arab Saudi untuk Tunaikan Ibadah Haji, Ratusan Ribu Rakyat Yaman Protes
Haji, Simbol Keagungan Umat Islam
Idul Adha Pengingat Kita Berkorban, Jangan Maunya Kaya Sendiri
Serangan Zionis ke Masjidil Aqsa Masuki Hari Kelima
Presiden Jokowi Ajak Para Santri Sebarkan Nilai Kesantunan di Masyarakat

 
user comment