Indonesian
Saturday 21st of July 2018

Presiden Jokowi Akan Susun Jadwal Pertemuan Ulama Afghanistan dan Indonesia

usai bertemu dengan High Peace Council Yang Mulia Bapak Mohammad Khalili di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/11), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan harapan dari peserta delegasi agar Indonesia ikut berperan dalam memediasi agar konflik-konflik di Afghanistan bisa diselesaikan.

“Tadi Bapak Khalali menyampaikan secara terbuka dan sangat senang sekali kalau Indonesia bisa berperan dalam menyelesaikan konflik di Afghanistan, karena kita dianggap yang pertama, Islam di Indonesia adalah Islam moderat. Yang kedua kita dianggap netral, di tengah dan tidak memiliki kepentingan,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi sampaikan bahwa antusiasme yang disampaikan oleh Delegasi Afghanistan perlu  disambut baik. Ia juga menambahkan bahwa telah menyampaikan segera akan menyusun jadwal secepatnya untuk mengundang ulama-ulama dari Taliban, Afghanistan, Pakistan dan bersama dengan ulama-ulama Indonesia untuk bersama sama mencarikan solusi bagi Saudara yang ada di Afghanistan.

“Tadi saya sampai bahwa indonesia memiliki 714 suku, memiliki 1100 lebih bahasa daerah dengan agama yang berbeda beda, beliau menyampaikan bahwa Indonesia adalah sebuah contoh penerapan Islam yang benar dan merekan ingin sharing dan belajar banyak Islam moderat yang ada di Indonesia,” tutur Presiden Jokowi.

Menanggapi agenda delegasi Afghanistan, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa akan bertemu dengan Muhammadiyah, NU, ulama, pondok pesantren untuk melihat kenapa di Indonesia bisa rukun bersaudara. “Seperti yang tadi saya sampaikan bahwa Indonesia mempunyai kapasitas untuk ikut menyelesaikan perdamaian yang ada di Afganistan,” ujar Presiden.

Sementara itu, mengenai pertemuan dengan perwakilan Bank Dunia, Presiden sampaikan bahwa pembicaraan mengenai outlook Indonesia seperti apa, kekurangannya seperti apa dan diperbaiki dari sebelah mana.

“Saya kira mencari masukan seperti itu dari lembaga manapun sangat penting bagi kita untuk memperbaiki, untuk membenahi hal yang kurang,” pungkas Presiden. 

latest article

      Iran Jadi Negara Kelima yang Mampu Produksi Mesin Mutakhir HPGR
      Kehancuran Israel dengan Upaya Bangsa-Bangsa Muslim
      Pengiriman 120 Tim Rukyat Hilal 1 Syawal di Iran
      Fatwa 10 Marja Taklid mengenai Besaran Nominal Zakat Fitrah untuk Masyarakat di Iran
      Salat Idul Fitri 1439 H di Tehran akan Diimami Ayatullah Ali Khamanei
      Masa Depan Palestina Harus Ditentukan oleh Rakyat Palestina Sendiri
      Pidato Imam Khumaini Mengenai Hari Quds
      Kehancuran Israel Semakin Dekat
      Ribuan Warga Jerman Ramaikan Pawai Akbar Alquds Internasional
      Indonesia Desak ILO Galang Dukungan bagi Palestina

user comment