Indonesian
Tuesday 23rd of January 2018
code: 82143

Percuma Itu Nobel Kalau Membiarkan Pembantaian Umat Muslim

Percuma Itu Nobel Kalau Membiarkan Pembantaian Umat Muslim

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyatakan warga NU mengutuk oknum yang terlibat pembantaian etnis muslim Rohingya di Myanmar.

Ia juga menyesalkan Pemerintah Myanmar yang terkesan abai terhadap pembantaian yang menimpa etnis muslim Rohingya. Terlebih, lanjut Said, mereka bukan sekelompok pemberontak yang melawan negara.

"Mereka itu saya pernah mendengar, mereka itu hidupnya enggak macem-macem, enggak ada gerakan politik, lain misalnya di negara lain ada gerakan politik, ini enggak, enggak pernah aneh-aneh melawan pemerintah mengadakan oposisi, enggak," ujar Said di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9/2017).

Abainya pemerintah Myanmar, menurut Said, justru mencoreng nama baik tokoh demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi sebagai penerima Nobel perdamaian.

"Ya itu, mencoreng nama baik beliau sebagai peraih Nobel perdamaian, percuma itu Nobel kalau membiarkan kejahatan pembantaian terhadap Muslim Rohingya, khususnya umat Islam di sana, umumnya semua umat manusia mengutuk perilaku itu," lanjut dia.

Kekerasan mematikan semakin memburuk di negara bagian Rakhine, Myanmar. Hingga Minggu (27/8/2017), korban tewas mencapai 100 orang.

Korban tewas meningkat karena bentrokan bersenjata antara tentara dan militan Rohingya berlanjut untuk hari ketiga, Minggu kemarin, seperti diberitakan kantor berita Perancis, AFP, dan media Inggris, The Guardian.

Pemerintah telah mengevakuasi setidaknya 4.000 warga desa non-Muslim di tengah bentrokan yang berlangsung di Rakhine barat laut. Ribuan Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.


user comment
 

latest article

  Dialog antar Agama Diikuti 180 Perempuan Berlangsung di Hamburg
  Hukum Meminum Air Kencing Unta dalam Pandangan Ulama Syiah
  Sekjen Majma Jahani Ahlulbait Sampaikan Pesan Natal 2017 melalui Twitter
  Unjuk Rasa Tuntut Pembebasan Syaikh Zakzaky di Abuja Berakhir Ricuh
  Kuncinya, Pancasila dan UUD 1945 Jadi Pegangan
  Berkat Perlawanan Bangsa Iran, Musuh Selalu Gagal
  Arab Saudi Ingin Membeli Iron Dome Israel
  Analisa Rahbar Terkait Gelombang Kerusuhan di Iran
  Analisa Rahbar Terkait Gelombang Kerusuhan di Iran
  Sekjen Majma Jahani Ahlulbait Sampaikan Pesan Natal 2017 melalui Twitter