Indonesian
Saturday 16th of December 2017
code: 81631
Derajat Orang-orang Dermawan



“Sesungguhnya Allah Maha Pemurah lagi menyukai orang-

orang yang pemurah.” Maksud dari hadis ini adalah

orang-orang dengan sikap pemurah, yang biasa disebut

dengan istilah dermawan. Allah SWT dalam ayat-ayat-Nya

menjelaskan kedudukan dan meninggikan derajat orang-

orang yang senantiasa memiliki sikap dermawan. Dermawan

adalah dengan ikhlas memberi, menolong atau rela

berkorban di jalan Allah baik dengan harta atau bahkan

dengan jiwa raganya. Dermawan dapat berupa  uluran

tangan untuk bersedekah, infak, zakat, dll. Dermawan

merupakan cerminan rasa solidaritas kemanusiaan dari

seorang hamba Allah Yang Maha Kasih kepada hamba

lainnya yang memerlukan bantuan.

Sifat dermawan juga merupakam cermin dari orang-orang

yang bertaqwa kepada Allah SWT. Allah sangat menyukai

orang-orang yang bersikap dermawan. Perlu dipahami

bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini, dan segala

sesuatu yang telah diberikan kepada kita adalah salah

satu dari bentuk keMaha Pengasih-Nya dan kedermawanan-

Nya (Al –Karim). Para rasul, nabi, keluarga dan sahabat

nabi serta orang-orang saleh juga tergolong orang-orang

yang dermawan. Maka dari itu, ketika mengaku sebagai

muslim yang beriman patutlah meneladani mereka,

sehingga tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang

bakhil  (kikir).

Sebagaimana Rasulullah terkait dengan kedermawanan ini

beliau bersabda, “Orang-orang yang dermawan dekat

dengan Allah, dekat dengan manusia dan dekat dengan

surga. Sedangkan orang bakhil dan kikir jauh dari

Allah, jauh dari manusia dan dekat dengan neraka.”

Surat As Sabaa’: 39 Allah menegaskan tentang kelapangan

rezeki bagi orang yang dermawan dan meninggikan derajat

orang yang dermawan dan membalas mereka dengan kebaikan

pula.

“Katakanlah : “sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki

bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-

Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah

akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang

sebaik-baiknya.”

Kedermawanan yang dianjurkan tentulah kedermawanan yang

disertai keihkhlasan dan ketulusan, untuk membantu

orang lain atau saudara yang memerlukan serta demi

mencari keridhaan Allah SWT. Kedermawanan tersebutlah

yang akan mendapat balasan dari-Nya.

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka

di jalan Allah, adalah sebutir benih yang akan

menumbuhkan tujuh butir dan setiap butir membuahkan

lagi 100 biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi

siapa yang dikehendaki-Nya. Allah Maha luas karunia-Nya

dan lagi Maha mengetahui.” (Al-Baqarah :261).

Oleh karena itu, mestinya kita senantiasa bersikap

dermawan dengan mengulurkan tangan kepada sesama

manusia yang membutuhkan. Seperti mereka yang

kelaparan, sedang sakit, putus sekolah, anak-anak

yatim, fakir miskin, korban bencana, dan sebagainya.

Beramal dengan senantiasa menunjukkan sikap

kedermawanan, tidak akan mengurangi sesuatu apapun dari

diri. Keyakinan akan kemuliaan orang-orang dermawan

menjadi motivasi untuk selalu bersikap dermawan dengan

keikhlasan karena Allah SWT.

user comment
 

latest article

  SHALAT DALAM HADIS RASULULLAH SAW
  3 Tips Al-Qur’an agar Doa Cepat Terkabul
  Makna Penyempurnaan Karunia Allah dalam Doa Arafah
  Syarat Terkabulnya Doa
  Agama dan Akhlak
  Ali bin Abi Thalib dan anak yatim
  Dimanakah pedang Dzulfiqar Imam Ali As sekarang ini?
  Negara dalam Perspektif Imam Ali
  Tawassul, Tanda Cinta Nabi pada Ummatnya
  Dosa-dosa Besar dan Dosa-dosa Kecil (I)