Indonesian
Saturday 16th of December 2017
code: 81621
Ancaman Perang Militer, Senjata yang Selalu Diulang AS

Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Rabu (15/2) dalam pertemuan dengan ribuan warga Azerbaijan menilai kehadiran masyarakat Iran yang solid, berwibawa dan meriah dalam pawai akbar 22 Bahman sebagai sumber kehormatan revolusi dan pemerintahan Iran.

Dengan berterimakasih kepada rakyat Iran, Rahbar menambahkan, tahun ini bukan hanya sumber-sumber dalam negeri yang berbicara soal kehadiran luas masyarakat Iran dalam pawai akbar 22 Bahman, tapi musuh revolusi pun mengakui, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mereka menggunakan istilah "jutaan" untuk menyebut kehadiran rakyat Iran itu.

Terkait analisa tujuan asli pemerintah sebelumnya dan berkuasa Amerika Serikat dengan mengulang penggunaan senjata ancaman perang atas Iran, Rahbar menuturkan, hari ini sebagaimana juga sebelumnya, opsi-opsi militer tetap berada di atas meja dan pejabat Eropa kepada pemerintah Iran mengatakan, "Meski tidak ada JCPOA (kesepakatan nuklir Iran), perang adalah hal yang pasti."

Akan tetapi, imbuhnya, pernyataan ini adalah kebohongan nyata dan mereka ingin mengalihkan perhatian kita dari perang asli yaitu perang ekonomi dan mendorong masuk ke perang militer sehingga pemerintah Iran terpecah konsentrasinya dalam memajukan ekonomi dan perhatian pada perang budaya Barat terhadap bangsa Iran.

Rahbar juga menyinggung upaya tak kenal lelah CIA, Mossad, dinas intelijen dan mata-mata Inggris serta penganggaran dolar-dolar minyak para penguasa untuk membuka perang melawan revolusi dan Republik Islam.

Ia menambahkan, sepanjang tahun, ratusan jaringan satelit, internet dan para orang-orang yang lari dari Iran, melancarkan penghinaan, pelemahan dan melemparkan tuduhan kepada pemerintah Iran, akan tetapi kehadiran luas rakyat Iran dalam pawai akbar 22 Bahman, berhasil membersihkan atmosfer berdebu ini dan menyingkirkan kekotoran-kekotoran yang ada.

Rahbar menilai upaya musuh untuk mengesankan pemerintahan Iran tidak bekerja efektif, sia-sia dan menuturkan, musuh sedang berusaha agar kemajuan dan kerja keras yang sangat penting selama 38 tahun terlupakan dan membuat rakyat berputus asa.

Ayatullah Khamenei menganggap kemajuan Iran dalam empat dekade terakhir di bidang infrastruktur, sungguh menakjubkan dan mengatakan, sebagian dari kemajuan ini biasanya tidak bisa dicapai dalam periode-periode 100 tahun.

Menurutnya, kehormatan dan kemuliaan rakyat Iran dibandingkan dengan era kehinaan (Syah Pahlavi) merupakan prestasi yang membanggakan.

Ia menegaskan, hari ini semua mengakui kemuliaan dan kekuatan rakyat, serta partisipasi determinan Iran. Mereka menyadari dalam hampir seluruh masalah regional, jika Iran tidak berpartisipasi dan tidak berminat ikut serta, maka tidak akan mengalami kemajuan.

Ayatullah Khamenei menilai keragaman suku di Iran seperti suku Turk, Fars, Kurd, Arab dan Baluch, sebagai peluang bagi Iran.

"Musuh selalu berusaha menciptakan perpecahan antarsuku di Iran sehingga mereka berkhayal bisa memanfaatkan setiap friksi di negara ini untuk tujuannya, padahal di Iran sama sekali tidak ada friksi semacam itu, dan rakyat, solid dan bersatu," pungkasnya.

user comment
 

latest article

  Mengapa Harus Turun ke Jalan Membela Palestina?
  Rakyat Palestina Satukan Tekad Siap Pertahankan Yerusalem
  Warga Mesir Peringati Maulid Nabi di Makam Kepala Imam Husain as
  Palestina Pasti Bebas dari Israel
  Ormas Ahlulbait Indonesia Gelar Aksi Dukung Kemerdekaan Palestina
  Tentara Irak Temukan Pekuburan Massal Korban Keganasan ISIS
  Robert Mugabe Mundur dari Jabatan Presiden Zimbabwe
  Presiden Jokowi Akan Susun Jadwal Pertemuan Ulama Afghanistan dan Indonesia
  Salah Seorang Komandan Hasyd al-Syu'ba Gugur Akibat Ranjau di Kota Rawa Irak
  Ideologi Pancasila Harus Terus Disampaikan kepada Anak-Anak