Indonesian
Thursday 27th of April 2017
code: 58828
Hakikat Syukur

 

Sumber :

Buku : taubat dalam naungan kasih sayang

Karya : Ayatullah Husein Ansariyan

Raghib Isfahani, dalam buku agungnya yang dikenal dengan nama al-Mufradat, menyatakan bahwa akar dari kata bersyukur adalah dari mata air syukur.  Yakni, mata yang dipenuhi dengan air mata, atau mata air yang dipenuhi dengan air jernih.

Oleh karena itu, makna syukur adalah sebuah kondisi batin yang selalu mengingat Allah dan memberikan perhatian kepada berbagai nikmat Ilahi dengan memahami sumber datangnya nikmat itu dan bagaimana menggunakannya.

Terkait dengan realitas syukur, Khajeh Nasiruddin Thusi yang populer dengan panggilan “gurunya manusia”, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Allamah Majlisi, mengatakan bahwa bersyukur merupakan perbuatan yang paling baik dan paling agung. Ia menambahkan bahwa bersyukur hanya dapat dilakukan dengan serangkaian ucapan, perbuatan dan niat.

Dinukil dari buku taubat dalam naungan kasih sayang, karya Ayatullah Husein Ansariyan.

user comment
 

latest article

  8 Pelajaran Hidup dari Sang Maha Guru
  Beberapa penggal kisah Imam Musa Al-Kadhim as
  Imam Musa Al-kadzim dan penghormatan Harun al-Rasyid
  Imam Baqir as Dalam Pandangan Ulama Sunnah
  Sayidah Zainab dan Ketegaran Sejati
  Ali bin Abi Thalib di Mata Ibnu Taimiyah
  Ali bin Abi Thalib dan Tasawuf
  Ketika Imam Ali As Memasrahkan Dirinya kepada Allah Swt
  Mengenal Epistemologi (1)
  Tanya Jawab mengenai Syafaat dalam Al-Quran