Indonesian
Friday 18th of October 2019
  549
  0
  0

Taubat, Kewajiban Mendesak, bag II

Taubat, Kewajiban Mendesak, bag II

 

Sumber :

Buku : taubat dalam naungan kasih sayang

Karya : Ayatullah Husein Ansariyan

Para pendosa, tatkala timbul penyesalan dari dalam dirinya akan dosa-dosa yang telah ia kerjakan, dan ketika menyadari akan kesalahan dan maksiat yang telah ia kerjakan dihadapan Allah Swt, dengan kata lain, tatkala seorang pendosa hendak mengeluarkan dirinya dari penjara hawa nafsu, maka dia harus segera memutus hubungan dengan segala macam bentuk dosa, baik yang Nampak maupun tersembunyi. Dan ia juga harus segera mengeluarkan dirinya dari  penghambaan kepada hawa nafsu dan setan terkutuk, serta mendorog dirinya untuk memasuki wilayah penghambaan kepada Allah Swt. hal ini merupakan bentuk nyata dari aksi memperbaiki diri dari dosa-dosa yang telah diperbuat.

Menurut aspek syariat dan fiqih, aktifitas taubat dan hijrah dari lingkaran hawa nafsu setan menuju penghambaan kepada Allah Swt, merupakan sebuah kewajiban yang mendesak dan harus segera mungkin dilakukan. Artinya, apabila dalam diri seorang pendosa timbul penyesalan atas dosa-dosa yang telah diperbuat dan ia menyadari akan penentangan dan pemberontakan yang telah dilakukannya  di hadapan sang pencipta, maka tanpa menunda-nunda waktu, ia harus sesegera mungkin bertobat, kembali ke jalan Allah Swt, dan mencabut akar-akar dosa yang menancap pada dirinya. Dengan jalan inilah, cahaya kasih sayang dan rahmat Ilahi akan memancar di dalam hatinya.

Apabila seorang pendosa menunda-nunda untuk bertaubat, berharap untuk bertaubat di waktu yang akan datang, maka ketahuilah, hal ini adalah sebuah sikap penentangan kepada Tuhan, dan juga merupakan bentuk dari dosa.

Abdul Azhim Hasani meriwayatkan dari Imam Muhammad Jawad as, dari Imam Ali Ridha as, bahwa Amr bin Ubaid pernah bertanya kepada Imam Jakfar Shadiq as, “ Mana saja yang termasuk dosa-dosa besar?” lalu imam memaparkan hal-hal yang termasuk dalam kategori dosa besar menurut al-Quran, diantaranya adalah merasa aman dari hukuman Allah Swt.

Dinukil dari buku taubat dalam naungan kasih sayang, karya Ayatullah Husein Ansariyan.

 

 

  549
  0
  0
امتیاز شما به این مطلب ؟

latest article

      Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
      Bagaimana pandangan Islam terkait dengan asuransi?
      Manakah yang lebih utama membaca al-Quran secara langsung melalui lembarannya atau melalui komputer ...
      Bagaimana pandangan para ahli tafsir terkait dengan apakah ayat Bismillah merupakan bagian surah ...
      Berapa kalikah nama Nabi Isa disebutkan dalam al-Quran?
      Apa perbedaan antara waqâr dan sakinah? Saya ingin tahu apakah terdapat ayat dan riwayat tentang ...
      Apa makna dari kesadaran diri menurut al-Qur’an?
      Apakah ada dalam al-Quran sebuah ayat yang berbicara tentang estetika dan keindahan?
      20 Pesan Imam Ali as
      Syiah di bawah naungan Imam Ali as

 
user comment