Indonesian
Wednesday 26th of June 2019
  2556
  0
  0

12 Muharam, Tawanan Karbala Tiba di Kufah

12 Muharam, Tawanan Karbala Tiba di Kufah

 

Tawanan Karbala Tiba di Kufah

 

Tanggal 12 Muharam tahun 61 Hijriah, setelah Imam Husein dan para pejuang Karbala gugur syahid, para anggota kafilah yang tersisa, yaitu kaum perempuan, anak-anak, dan Imam Ali Zainal Abidin, yang saat itu tengah sakit parah, digiring oleh pasukan Yazid ke kota Kufah.

 

Selain sebelumnya Ubaidillah bin Ziyad telah melakukan propaganda salah untuk menentang Imam Husein as dan para keturunannya, dan memperkenalkan beliau sebagai orang asing, kini ia juga mendorong rakyat Kufah untuk hadir dalam pesta perayaan kemenangan.

 

Rakyat Kufah yang gembira atas kemenangan ini berdatangan ke lorong-lorong dan pasar untuk melihat para tawanan. Namun tiba-tiba kegembiraan sebagian besar dari mereka yang memiliki sedikit cahaya keimanan di dalam kalbu berubah menjadi api kebencian dan kesedihan saat mendengar pidato Imam Sajjad as dan bibinya, Zainab Kubra as yang mencerahkan.

 

Selama berada di Kufah, kedua manusia agung ini bersama mereka yang tersisa dari tragedi Karbala, berada di antara rakyat sebagai tawanan perang dan berjalan di antara kepala-kepala syuhada Karbala yang ditancapkan di ujung-ujung tombak.

 

Perlahan-lahan, para penduduk Kufah mempertanyakan keturunan dan asal para tawanan ini. Mereka memasuki Darul Imarah dengan keraguan dan pertanyaan-pertanyaan yang senada hingga akhirnya mendapatkan jawabannya dalam pertemuan Ubaidullah bin Ziyad, penguasa bengis Kufah dan penyebab utama kesyahidan Imam Husein as.

 

Di depan kemarahan para tawanan dan penduduk, Ubaidillah bin Ziyad mengambil tongkat kayu seraya memukul kepala mulia Imam Husein as dan menyatakan bahwa kejadian ini merupakan kemenangan baginya di medan laga, dan terbunuhnya Imam Husein merupakan kehendak-Nya. Saat itulah ia mendapatkan jawaban yang mematikan dan sangat pedas dari Zainab as dan Imam Ali bin Imam Husain as yang menyebabkan kehinaan Yazid dan para keturunan Yazid.

 

Setelah sehari (atau beberapa hari, menurut sebuah riwayat) Ibnu Ziyad membawa kepala-kepala para syuhada untuk berkeliling di lorong-lorong dan tempat-tempat di Kufah, ia kemudian mengirimkan mereka ke Yazid bin Muawiyah di Syam. Setelah itu, menyerahkan para tawanan pada tanggung jawab Mukhaddhar bin Tsa'labah ‘Aidzi dan Syimr bin Dzil Jausyan untuk membawa mereka ke Syam. Ia memerintahkan supaya tubuh Zainal Abidin as diikat, kedua tangannya dikuncikan di leher, kemudian dinaikkan ke atas seekor unta yang tak berperlengkapan.

 

Imam Ali Zainal Abidin Syahid

 

Tanggal 12 Muharam tahun 95 Hijriah (dalam sebuah riwayat), Imam Ali Zainal Abidin, putra Imam Husain as, yang terkenal dengan nama Imam Sajjad, gugur syahid. Imam Sajjad adalah salah satu saksi peristiwa Karbala. Saat itu, beliau sakit keras sehingga tidak bisa ikut bertarung melawan pasukan Yazid. Setelah gugur syahidnya Imam Husein di Karbala, tampuk imamah diambil alih oleh Imam Sajjad as.

 

Sepanjang hidupnya, Imam Sajjad selalu berjuang menyebarkan ajaran Islam yang hakiki dan menyampaikan pesan perjuangan Karbala. Imam Sajjad dikenal sebagai orang yang sangat rajin beribadah dan bermunajat kepada Allah. Doa-doa indah yang sering beliau ucapkan, dikumpulkan dalam sebuah buku berjudul "Sahifah Sajjadiah". (IRIB Indonesia)


source : http://indonesian.irib.ir
  2556
  0
  0
امتیاز شما به این مطلب ؟

latest article

      Bagaimana hubungan Iman dan ketenangan hati dalam pandangan Al-Quran?
      Rahbar: Tarian Kucing AS anti Sepah Pasdaran Sia-sia
      Pertemuan Rahbar dengan Peserta MTQ Internasional
      Hari Alam dan Kesadaran Ekologis Manusia
      Ribuan Warga Syiah Nigeria di Abuja Tuntut Pembebasan Syaikh Zakzaky
      Pesan Rahbar Masuki Tahun Baru 1398 HS
      Apakah terdapat kontradiksi antara ayat 95 surah al-Anbiya dan ayat 55-56 ayat surah al-Baqarah?
      Lewat Aksi Intifadah, Pemuda Palestina terus Lawan Zionis
      Gelombang Aksi Tuntut Umar Basyir Mundur, Terus Berlangsung di Sudan
      Indonesian Corner, Sarana Pertukaran Informasi Mahasiswa

 
user comment