Indonesian
Monday 19th of August 2019
  495
  0
  0

Pemerintah Seharusnya Bentuk Badan Nasional Penanggulangan Liberalisme'

JAKARTA, muslimdaily.net - Menanggapi hasil Silaturahmi Nasional (Silatnas) #IndonesiaTanpaJIL (#ITJ) di Bandung, Sabtu-Ahad lalu yang menghasilkan empat seruan perlawanan terhadap liberalisme, peneliti utama INSISTS Dr. Adian Husaini menyampaikan perlunya pemerintah membentuk lembaga yang memerangi pemikiran liberalisme.

"Alhamdulillah Silatnas ITJ berlangsung dengan lancar," kata Adian, "seharusnya pemerintah memberikan dukungan kepada ITJ."

Pemerintah seharusnya mendukung penuh gerakan #IndonesiaTanpaJIL karena, menurut Ketua Program Pasca Sarjana dan S-3 Program Pendidikan Islam UIKA Bogor ini, liberalisme lebih berbahaya daripada penyalahgunaan narkoba.

"Pemikiran liberalisme agama lebih bahaya dari narkoba," tegasnya kepada MuslimDaily.net Selasa pagi (13/11).

Karena pemikiran liberalisme dianggap lebih berbahaya daripada penyalahgunaan narkoba, Adian Husaini mengusulkan perlunya dibentuk Badan Nasional Penanggulangan Liberalisme sebagai upaya nyata memperbaiki kerusakan moral pemuda Indonesia akibat paham liberalisme.

"Karena pemikiran liberalisme agama lebih bahaya dari narkoba, maka bagus lagi jika dibentuk Badan Nasional Penanggulangan Liberalisme," pungkas Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia itu.

Gerakan #IndonesiaTanpaJIL

Gerakan #IndonesiaTanpaJIL merupakan sebuah gerakan intelektual yang digerakkan oleh pemuda dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi dari berbagai wilayah di Indonesia namun memiliki kesamaan visi untuk menolak dan melawan setiap pemikiran pluralisme, sekulerisme, dan liberalisme agama (SEPILIS) yang marak disuarakan oleh beberapa tokoh, antara lain aktivis-aktivis yang tergabung dalam Jaringan Islam Liberal (JIL) di bawah koordinator Ulil Abshar Abdalla.

Akhir pekan lalu, ratusan pemuda perwakilan #ITJ dari beberapa wilayah di Indonesia berkumpul bersama dalam kegiatan Silahturahmi Nasional (Silatnas) gerakan #IndonesiaTanpaJIL di Bandung. Dalam hasil acara yang berlangsung Sabtu-Ahad (10-11 Nov 2012) itu, mereka menyerukan perlawanan terhadap gerakan liberalisasi agama yang dianggap telah merusak moral pelajar dan mahasiswa Indonesia.

Demi menyelamatkan generasi muda Indonesia, mereka menyerukan:

    * Kepada pemerintah, melalui Kemendikbud, untuk menghentikan liberalisasi agama dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.
    * Kepada para pendidik, untuk berani menolak kurikulum pendidikan yang menjurus pada liberalisasi agama yang dipaksakan kepada mereka.
    * Kepada media massa, untuk mendukung upaya penyelamatan generasi muda Indonesia.
    * Kepada orangtua, untuk memperhatikan penanaman nilai-nilai agama kepada anak-anaknya, karena keluarga dalah benteng terakhir moralitas generasi.

[mzf]


source : http://muslimdaily.net
  495
  0
  0
امتیاز شما به این مطلب ؟

latest article

      Kemenangan Revolusi Islam Iran Terinspirasi dari Revolusi Ahlulbait as
      Rezim AS, Simbol Kekerasan dan Pengobar Perang
      Ayatullah Hakim Nasehati Pemuda Irak untuk Jaga Persatuan
      Kehadiran Regional Bagian Elemen Kekuatan dan Keamanan Iran
      Pentingnya Pencegahan UU Negara Bangsa Yahudi
      Iran Jadi Negara Kelima yang Mampu Produksi Mesin Mutakhir HPGR
      Kehancuran Israel dengan Upaya Bangsa-Bangsa Muslim
      Pengiriman 120 Tim Rukyat Hilal 1 Syawal di Iran
      Fatwa 10 Marja Taklid mengenai Besaran Nominal Zakat Fitrah untuk Masyarakat di Iran
      Salat Idul Fitri 1439 H di Tehran akan Diimami Ayatullah Ali Khamanei

 
user comment