Indonesian
Thursday 20th of June 2019
  886
  0
  0

Hari Ketika Nabi Muhammad Saw Hilang

Hari Ketika Nabi Muhammad Saw Hilang

Halimah Sa'diyah pengasuh Nabi Muhammad Saw adalah seorang wanita yang penuh kasih sayang dan bertakwa. Ia mengasuh Muhammad Saw selama empat tahun. Selama itu banyak terjadi keajaiban terkait peristiwa dan perilaku aneh dari anak yang diasuhnya ini.

 

Sejak kedatangan Muhammad Saw ke kabilah Saad, ia membawa kebaikan dan keberkahan bersama dirinya ke sana. Pertanian dan peternakan kabilah ini telah mencapai kemajuan sedemikian rupa yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

 

Dalam waktu empat tahun itu Halimah dua sampai tiga kali membawa Muhammad menemui ibunya, untuk menghilangkan rasa kangen antara ibu dan anaknya. Pada akhirnya, suatu hari Halimah berpikir seraya kepada dirinya sendiri berkata, "Anak ini tidak ada duanya dan sangat luar biasa. Semoga musuh tidak menciderainya...!"

 

Karena itulah ia mengambil keputusan untuk mengembalikan Muhammad kepada kakeknya Abdul Mutthalib.

 

Halimah menyiapkan bekalnya dan berangkat pergi menuju Mekah. Setelah ia sampai di samping Kabah, tiba-tiba mendengar suara dari langit yang berkata kepada Hajarul Aswad (batu hitam yang berada di sudut Kabah dan sangat dihormati).

 

Suara itu demikian, "Hai tempat yang suci! Hari ini cahaya seratus ribu matahari tengah menyinarimu."

 

Halimah terperangah disertai rasa takut mendengar suara itu dan menengok ke setiap arah mencari dari mana suara itu muncul. Tiba-tiba Halimah sadar bahwa Muhammad tidak lagi berada di sampingnya. Halimah menengok ke seluruh penjuru namun tidak melihat Muhammad. Halimah tercengang dan kebingungan.

 

Halimah benar-benar sedih. Ia lari ke sana dan ke mari di antara lorong-lorong Mekah. Ia menuju ke setiap rumah dan reruntuhan bangunan dengan menyebut nama Muhammad Saw. Ia khawatir kehilangan Muhammad Saw amanat Abdul Muthalib yang akan diserahkan kepadanya.

 

Akhirnya seorang laki-laki tua bertongkat mendekatinya dan menanyakan sebab kegalauannya.

 

Halimah menceritakan peristiwa yang terjadi. Laki-laki tua itu menenangkannya seraya berkata, "Jangan khawatir! Aku mengenal sebuah berhala. Bila ia mengasihimu, maka anakmu pasti akan ketemu. Mari pergi bersama-sama dan memohon kepadanya!"

 

Laki-laki tua itu membawa Halimah mendekati "Hubal" (salah satu berhala penting dan dimuliakan oleh kabilah Quraisy).  Kepada Halimah ia berkata, "Ketika kami kehilangan sesuatu, kami mendatangi berhala ini, maka ia akan membimbing kami."

 

Kemudian laki-laki tua itu mendekati kaki Hubal dan bersujud kepadanya. Ia menganjurkan Halimah untuk melakukan seperti apa yang dilakukannya.

 

Begitu laki-laki tua itu menyebut nama Muhammad, Hubal dan berhala-berhala lainnya bergetar dan hancur. Menyaksikan kejadian aneh ini, laki-laki tua itu ketakutan dan badannya gemetaran.

 

Halimah tetap panik dan mengingat Muhammad sambil meneteskan air mata dan berteriak, "Hai anakku yang hilang! Di manakah kau berada?!"

 

Laki-laki tua berkata, "Kejadian ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Zaman baru telah mulai dan sungguh aneh, berhala-berhala menjadi hancur karena mendengar nama Muhammad."

 

Abdul Mutthalib mendengar berita tentang hilangnya Muhammad. Dengan suara keras ia menangis. Ia pergi ke Kabah dan menyerahkan dirinya kepada Allah.

 

"Ya Allah! Aku bukan apa-apa sehingga layak berbicara dengan-Mu. Semua sujud dan tangisanku bukan apa-apa sehingga layak untuk menyebut nama-Mu. Aku bersumpah atas perhatian khusus-Mu kepada anak ini. Beritahu kami akan keadaannya!"

 

Tiba-tiba datang suara dari dalam Kabah, "Tenanglah! Sekarang juga kau akan mendapatkannya."

 

Abdul Muthalib berkata, "Sekarang dia ada di mana?"

 

Suara itu terdengar kembali dan menunjukkan ciri-ciri sebuah tempat. Abdul Mutthalib pergi menuju tempat tersebut dan melihat Muhammad sedang duduk di bawah pohon. (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati)

 

Sumber: "Sad Pand va Hekayat" Nabi Muhammad Saw.


source : http://indonesian.irib.ir
  886
  0
  0
امتیاز شما به این مطلب ؟

latest article

      Bagaimana hubungan Iman dan ketenangan hati dalam pandangan Al-Quran?
      Rahbar: Tarian Kucing AS anti Sepah Pasdaran Sia-sia
      Pertemuan Rahbar dengan Peserta MTQ Internasional
      Hari Alam dan Kesadaran Ekologis Manusia
      Ribuan Warga Syiah Nigeria di Abuja Tuntut Pembebasan Syaikh Zakzaky
      Pesan Rahbar Masuki Tahun Baru 1398 HS
      Apakah terdapat kontradiksi antara ayat 95 surah al-Anbiya dan ayat 55-56 ayat surah al-Baqarah?
      Lewat Aksi Intifadah, Pemuda Palestina terus Lawan Zionis
      Gelombang Aksi Tuntut Umar Basyir Mundur, Terus Berlangsung di Sudan
      Indonesian Corner, Sarana Pertukaran Informasi Mahasiswa

latest article

      Bagaimana hubungan Iman dan ketenangan hati dalam pandangan Al-Quran?
      Rahbar: Tarian Kucing AS anti Sepah Pasdaran Sia-sia
      Pertemuan Rahbar dengan Peserta MTQ Internasional
      Hari Alam dan Kesadaran Ekologis Manusia
      Ribuan Warga Syiah Nigeria di Abuja Tuntut Pembebasan Syaikh Zakzaky
      Pesan Rahbar Masuki Tahun Baru 1398 HS
      Apakah terdapat kontradiksi antara ayat 95 surah al-Anbiya dan ayat 55-56 ayat surah al-Baqarah?
      Lewat Aksi Intifadah, Pemuda Palestina terus Lawan Zionis
      Gelombang Aksi Tuntut Umar Basyir Mundur, Terus Berlangsung di Sudan
      Indonesian Corner, Sarana Pertukaran Informasi Mahasiswa

 
user comment