Indonesian
Thursday 20th of June 2019
  2941
  0
  0

Tadarus; Membaca Ulang Dialog Masyarakat, Nabi Isa, Maryam dan Allah

Tadarus; Membaca Ulang Dialog Masyarakat, Nabi Isa, Maryam dan Allah

 

Di antara dialog yang disebutkan dalam al-Quran adalah dialog para malaikat dengan Maryam as juga dialog Isa as dengan Allah. Maryam ibu Nabi Isa as adalah seorang perempuanyang beriman dan suci. Dalam tingkat ibadah dan penghambaan beliau mencapai derajat tertentu sehingga makanan langit hadir di hadapannya. Allah telah memilihnya dan Nabi Isa as diangkat sebagai nabi dari pangkuan dan kesuciannya. Kita simak kisah ini dari al-Quran:

 

"Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas semua wanita di dunia (yang semasa dengan kamu)." (QS: Ali Imran:42)

 

"Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku'." (QS: Ali Imran:43)

 

…"Hai Maryam!Seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)" (QS: Ali Imran:45)

 

"Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh." (QS: Ali Imran:46)

 

"Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun". Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia." (QS: Ali Imran:47)

 

Ketika Maryam kembali kepada kaumnya dengan menggendong bayi, masyarakat mencelanya seraya berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar."

 

Tanpa mengucapkan kata-kata, Maryam memberikan isyarat kepada anaknya. Mereka berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?"

 

Tiba-tiba Nabi Isa berkata, "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka." (QS. Maryam:30-33)

 

"Dan ia ditetapkan sebagai seorang Rasul untuk Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepada kalian dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhan kalian, yaitu aku membuat sesuatu berbentuk burung dari tanah; kemudian aku meniupnya, maka dengan izin Allah, ia menjadi seekor burung; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak (belang-belang); dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah; dan aku kabarkan kepada kalian apa yang kalian makan dan apa yang kalian simpan di rumah kalian. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagi kalian, jika kalian benar-benar beriman."

 

"Dan (aku datang kepada kalian) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagi kalian sebagian yang telah diharamkan untuk kalian, dan aku datang kepada kalian dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhan kalian. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku!"

 

"Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus." (QS. Ali Imran:49-51)

 

Sekelompok orang dari pengikut Isa telah tersesat dan menyekutukan Allah dengan Isa serta menyebutnya sebagai putra-Nya. Dalam sebagian dialog al-Quran, kepada Isa Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib."

 

"Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian" dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu."

 

"Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

 

Allah berfirman: "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap mereka dan mereka ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar." (QS. Maidah:116-119) (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati)


source : http://indonesian.irib.ir
  2941
  0
  0
امتیاز شما به این مطلب ؟

latest article

      KPU Minta Capres Sabar Tunggu Hasil Hitung Resmi
      IPI Iran Kecam Tragedi Kemanusiaan di Colombo Srilanka
      Rezim Zionis Larang Perlombaan Menandai Hari Tahanan Palestina
      Mengapa Rasulullah Saw lebih bebas dalam masalah-masalah seksual ketimbang yang lain dan bahkan ...
      Silaturahmi Hindari Benturan Sosial dan Gesekan Antarparpol
      Ditemukan Sisa Bangunan Masjid Bersejarah di Kota Mardin Turki
      Apakah maksud dari qaulan tsaqila (firman yang berat) dalam ayat “Inna sanulqi ‘alaika qaulan ...
      Pesan Strategis Rahbar di 40 Tahun Revolusi Islam Iran
      Apakah al-Qur’an menantang para musuhnya untuk mengunjukkan satu ayat semisal dengan salah satu ...
      Berapa banyak surah dalam al-Qur’an yang menggunakan nama-nama para Nabi Ilahi?

 
user comment