Indonesian
Wednesday 19th of June 2019
  853
  0
  0

Khatib Shalat Jumat Tehran Kecam Penistaan terhadap Kesucian Islam

 

Khatib shalat Jumat Tehran menilai pengorbanan dan keberanian bangsa Iran selama delapan tahun melawan agresi rezim diktator Irak Saddam Hussein sebagai titik balik dalam sejarah Republik Islam Iran yang membanggakan.

 

Ayatullah Kazem Seddiqi dalam khutbahnya (Jumat, 21/9) menyinggung tentang  pengorbanan pasukan Iran dalam Perang Pertahanan Suci melawan agresi rezim Baath Irak.

 

"Pengorbanan dan pengabdian bangsa Iran di masa Perang Pertahanan Suci adalah titik balik dalam sejarah Republik Islam Iran," tuturnya.

 

Lebih lanjut khatib shalat Jumat Tehran menegaskan bahwa selama delapan tahun berbagai negara dunia mendukung rezim Baath Irak dan mempersenjatai mereka untuk menyerang Iran, namun para pejuang negara ini dengan iman kepada Allah Swt dan bimbingan Imam Khomeini ra mampu mamaksa mundur musuh dan menorehkan kebanggaan dalam perang tersebut.

 

Ayatullah Seddiqi juga menyinggung pelecehan terhadap kesucian Nabi Muhammad Saw oleh majalah Perancis Charlie Hebdodan produksi serta penayangan film Innocence of Muslims.

 

"Penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw adalah pelecehan terhadap semua nabi," tegasnya.

 

Banyak tokoh agama dan cendekiawan non-Muslim dunia, kata Ayatullah Seddiqi, membenarkan keagungan dan kemuliaan pribadi Rasulullah Saw.

 

"Nabi Muhammad Saw adalah simbol kesucian, persahabatan, moral dan kebaikan," ungkapnya.

 

Menurut khatib shalat Jumat Tehran, penyebab berlanjutnya penghinaan Barat terhadap kesucian Islam adalah kemarahanan arogan dunia dan rezim Zionis Israel atas ketertarikan masyarakat internasional terhadap Islam dan perkembangan agama Samawi ini.

 

Selain itu, menurut Ayatullah Seddiqi, kebangkitan Islam yang menumbangkan para diktator boneka Barat dan kemajuan Iran membuat geram dan menyulut kemarahan musuh-musuh Islam.

 

Ayatullah Seddiqi menilai tujuan pelecehan-pelecehan tersebut untuk menyulut perpecahan di antara umat Islam.

 

"Negara-negara Islam harus tetap menjaga persatuannya dan menuntut masyarakat internasional mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah berlanjutnya penistaan ini. Sebab,  umat Islam tidak akan mentolerir aksi-aksi itu," tegasnya.

 

Terkait resolusi baru Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tentang Iran, Ayatullah Seddiqi mengatakan, penentangan sejumlah negara terhadap aktivitas damai nuklir Iran adalah ilegal dan hanya sebagai dalih untuk menghalangi kemajuan bangsa Iran dalam sektor ilmu dan teknologi.

 

Ulama Iran itu menegaskan, aktivitas damai nuklir Iran selalu diawasi oleh IAEA, bahkan badan ini berulangkali menegaskan bahwa kegiatan nuklir Tehran damai.

 

"Berbagai Tekanan dan sanksi Barat tidak akan mengubah tekad bangsa Iran untuk meraih hak legalnya," pungkasnya. (IRIB Indonesia/RA)


source : http://indonesian.irib.ir
  853
  0
  0
امتیاز شما به این مطلب ؟

latest article

      Kemenangan Revolusi Islam Iran Terinspirasi dari Revolusi Ahlulbait as
      Rezim AS, Simbol Kekerasan dan Pengobar Perang
      Ayatullah Hakim Nasehati Pemuda Irak untuk Jaga Persatuan
      Kehadiran Regional Bagian Elemen Kekuatan dan Keamanan Iran
      Pentingnya Pencegahan UU Negara Bangsa Yahudi
      Iran Jadi Negara Kelima yang Mampu Produksi Mesin Mutakhir HPGR
      Kehancuran Israel dengan Upaya Bangsa-Bangsa Muslim
      Pengiriman 120 Tim Rukyat Hilal 1 Syawal di Iran
      Fatwa 10 Marja Taklid mengenai Besaran Nominal Zakat Fitrah untuk Masyarakat di Iran
      Salat Idul Fitri 1439 H di Tehran akan Diimami Ayatullah Ali Khamanei

 
user comment